Jumlah Kasus Virus Corona di Korea Selatan Lampau 7 Ribu

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Staf medis beristirahat di pusat pengujian 'drive-thru' untuk penyakit virus corona COVID-19 di Pusat Medis Universitas Yeungnam di Daegu, Korea Selatan, Selasa, 3 Maret 2020. Korea Selatan telah memiliki dua fasilitas serupa di Kota Incheon dan Sejong. REUTERS/Kim Kyung-Hoon

    Staf medis beristirahat di pusat pengujian 'drive-thru' untuk penyakit virus corona COVID-19 di Pusat Medis Universitas Yeungnam di Daegu, Korea Selatan, Selasa, 3 Maret 2020. Korea Selatan telah memiliki dua fasilitas serupa di Kota Incheon dan Sejong. REUTERS/Kim Kyung-Hoon

    TEMPO.COSeoul – Otoritas medis Korea Selatan melaporkan terjadinya lonjakan kasus infeksi virus Corona menjadi lebih dari 7 ribu kasus. Ini terjadi setelah adanya 448 kasus baru di negeri ginseng itu.

    Lebih dari setengah jumlah kasus baru terkait dengan jemaat gereja, yang menjadi pusat penyebaran wabah virus Corona ini.

    “Jumlah korban meninggal menjadi 46 orang,” begitu dilansir Pusat Pencegahan dan Kontrol Korea atau KCDC seperti dilansir Channel News Asia pada Sabtu, 7 Maret 2020. Ini berarti terjadi penambahan dua kasus meninggal. 

    Wabah yang pertama kali merebak di Kota Wuhan, Provinsi Cina, pada Desember 2019 itu, mulai menyebar di Kota Daegu, yang merupakan kota keempat terbesar di Korea Selatan pada pertengahan Februari 2020.

    Ini terjadi lewat transmisi dari seorang jemaat perempuan dari Gereja Shincheonji Yesus yang berusia 61 tahun.

    Perempuan ini mengikuti beberapa kali acara misa yang membuat virus itu menyebar ke anggota jemaat lain. Ini membuat jumlah infeksi virus Corona menyebar cepat di Korea Selatan.

    Saat ini ada 7.041 kasus infeksi virus Corona termasuk di sebuah kompleks apartemen di Daegu, yang terdeteksi pada Sabtu. “Sejumlah aggota gereja tadi tinggal di apartemen ini,” begitu dilansir Channel News Asia.

    “Ada kemungkinan jumlah kasus baru akan terus bertambah seiring berlangsungnya proses pengecekan medis,” kata Kwon Jun-wook, deputi direktur di KCDC.

    Pendiri Gereja Shincheonji, Lee Man-hee, telah meminta maaf pada Senin pekan ini dan menyebut wabah virus Corona ini sebagai bencana besar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.