Arab Saudi Tutup Perbatasan Darat untuk Cegah Virus Corona

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas menggunakan masker saat membersihkan lantai Masjidil Haram setelah mewabahnya virus corona di Mekah, Arab Saudi, 3 Maret 2020. Kedua tempat suci itu sempat ditutup untuk dilakukan sterilisasi guna mencegah penyebaran virus corona. REUTERS/Ganoo Essa

    Petugas menggunakan masker saat membersihkan lantai Masjidil Haram setelah mewabahnya virus corona di Mekah, Arab Saudi, 3 Maret 2020. Kedua tempat suci itu sempat ditutup untuk dilakukan sterilisasi guna mencegah penyebaran virus corona. REUTERS/Ganoo Essa

    TEMPO.CO, Jakarta - Arab Saudi pada Sabtu menutup sementara perbatasan masuk via darat dari Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, sebagai upaya pencegahan penyebaran virus Corona atau COVID-19.

    Arab Saudi hanya mengizinkan truk komersial yang berasal dari tiga tetangga Teluk, tetapi truk harus menjalani pemeriksaan kesehatan, kata sumber resmi dari Kementerian Dalam Negeri Saudi, dikutip dari Arab News, 7 Maret 2020.

    Sementara itu kedatangan dari tiga negara tersebut akan terbatas pada tiga bandara mulai pukul 11:55 malam, 7 Maret 2020, lapor Saudi Press Agency.

    Tiga bandara adalah Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah, dan Bandara Internasional King Fahd di Dammam.

    Langkah-langkah pencegahan juga harus dilakukan oleh pekerja Departemen Kesehatan di tiga bandara.

    Laporan juga mengatakan siapa pun yang ingin memasuki Arab Saudi dari negara mana pun di mana risiko penyebaran COVID-19 tinggi, "harus menyerahkan sertifikat uji laboratorium yang membuktikan bahwa ia bebas dari infeksi virus Corona."

    "Ini berlaku untuk mereka yang tinggal di negara-negara itu selama (14) hari sebelum memasuki Kerajaan," kata laporan itu.

    "Maskapai penerbangan harus memastikan bahwa sertifikat laboratorium itu aman, dan bahwa itu baru dan dikeluarkan dalam waktu dua puluh empat jam sebelum penumpang naik," kata laporan itu.

    Petugas membersihkan area mataf saat lantai dasar Masjidil Haram ditutup sementara untuk pembersihan di Mekkah, Arab Saudi, yang diambil dari akun Instagram @Haramain_info, Kamis malam, 5 Maret 2020. Kabarnya area ini akan kembali dibuka Hari Jumat. Instagram @Haramain_info

    Kementerian kesehatan Arab Saudi sebelumnya mengatakan lima kasus virus Corona di Kerajaan telah dikonfirmasi. Salah satu pasien adalah seorang pria yang melakukan perjalanan dari Iran melalui Kuwait, yang menularkan penyakit itu kepada istrinya.

    Warga negara lain yang datang dari Iran melalui Bahrain juga telah terinfeksi. Ia melakukan perjalanan dengan kendaraan yang sama dengan kasus virus Corona pertama dan kedua yang diumumkan di Kerajaan pada hari Senin dan Rabu.

    Arab Saudi pada hari Kamis mengkritik Iran karena membantu menyebarkan wabah di seluruh dunia dengan membiarkan warga Saudi masuk ke negara itu tanpa membubuhkan paspor mereka selama wabah COVID-19.

    Sebagai tindakan pencegahan, Arab Saudi telah menunda perjalanan umrah dan upaya sedang dilakukan untuk mendisinfeksi Masjidil Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah, serta semua masjid di seluruh Kerajaan Arab Saudi.

    Menurut laporan real-time John Hopkins CSSE yang diperbarui pada 7 Maret pukul 12.13 pm, total ada 5 kasus di Arab Saudi; 45 kasus di UEA; 60 kasus di Bahrain; dan 58 kasus di Kuwait.

    Sementara kematian akibat virus Corona di Timur Tengah terjadi di Iran dengan 124 kematian, dan Irak dengan 4 kematian.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.