Kubu Bernie Sanders Bidik Elizabeth Warren Sebagai Wapres Amerika

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Senator AS Elizabeth Warren menyampaikan sambutan di Center for American Progress di Washington 13 Juli 2016.[REUTERS / Gary Cameron]

    Senator AS Elizabeth Warren menyampaikan sambutan di Center for American Progress di Washington 13 Juli 2016.[REUTERS / Gary Cameron]

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan kandidat calon presiden Amerika dari Partai Demokrat, Elizabeth Warren, dibidik kubu Bernie Sanders untuk menjadi calon wakilnya. Hal itu diungkapkan oleh salah satu ketua tim sukses Sanders, Ro Khanna. Ia menyebut Warren sebagai pilihan yang bagus menjelang Pemilu Amerika 2020.

    "Saya sudah menyampaikan (kepada Bernie Sanders) bahwa Senator Warren adalah pilihan yang bagus... Ia juga salah satu sahabat Sanders dalam beberapa pertarungan," ujar Khanna sebagaimana dikutip dari Politico, Sabtu, 7 Maret 2020.

    Warren, sebagaimana diketahui, memutuskan untuk mundur dari proses nominasi calon presiden Amerika pada hari Kamis kemarin. Keputusan itu ia ambil setelah gagal mengumpulkan cukup delegasi untuk bisa bersaing dengan Bernie Sanders dan Joe Biden.

    Mengutip National Public Radio, perolehan delegasi Warren jauh tertinggal dari Biden dan Sanders. Biden berhasil mengumpulkan 664 delegasi, Sanders 573 delegasi, sementara Warren hanya berhasil mengumpulkan 64. Untuk bisa menjadi calon presiden mewakili Partai Demokrat di Pemilu Amerika 2020, kandidat harus bisa memperoleh 1991 delegasi.

    Warren belum menentukan kepada siapakah ia akan memberikan dukungannya. Ketika ditanyai awak media perihal itu, Senator asal Massachusetts tersebut meminta waktu untuk mempertimbangkannya. Bahkan, dalam kesempatan terpisah, Warren tidak menutup kemungkinan dirinya tidak mendukung siapapun dan tidak menjadi wakil presiden untuk siapapun.

    "Pekerjaan sebagai senator cukup bagus kok. Bahkan, menjadi guru juga sudah cukup bagus," ujar Warren ketika diwawancarai oleh pengamat politik MSNBC, Rachel Maddow, usai mengundurkan diri dari nominasi calon presiden Amerika

    ISTMAN MP | POLITICO | MSN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.