Virus Corona, Lebanon Batasi Pendatang dari Wilayah Iran

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penerbangan nasional Iran, Iran Air. AP/Hasan Sarbakhshian

    Penerbangan nasional Iran, Iran Air. AP/Hasan Sarbakhshian

    TEMPO.CO, Jakarta - Di tengah merebaknya wabah virus corona, Lebanon memutuskan mengurangi penerbangan dari dan menuju Iran. Pada 25 Februari 2020, Lebanon mengumumkan tidak akan lagi menerima penerbangan yang membawa para pendatang/travelers dari wilayah Iran.

    Dikutip dari english.alarabiya.net, Lebanon sebelumnya mengatakan akan membatasi penerbangan dari dan ke beberapa negara yang diduga menjadi penyebaran virus corona dan benar-benar menghentikan penerbangan bagi mereka yang ingin wisata rohani. Akan tetapi, beberapa hari kemudian Lebanon mengkonfirmasi akan melarang seluruh penerbangan dari dan menuju Iran menyusul penyebaran virus corona sehingga mendesak Lebanon melakukan langkah-langkah pencegahan menghentikan penyebaran virus mematikan itu. 

    Banyak warga negara Lebanon yang suka bepergian ke Iran untuk melakukan perjalanan rohani, bekerja atau melanjutkan sekolah. Walhasil, keputusan Lebanon untuk sepenuhnya menolak para pelancong/pendatang dari wilayah Iran menimbulkan pesimisme. 

    Pada pekan lalu, sebuah penerbangan IranAir mendarat di Ibu Kota Beirut, Lebanon sehingga memungkinkan masuknya warga dari wilayah Iran yang mungkin terjangkit virus corona masuk ke Lebanon tanpa terdeteksi. Namun belum ada bukti bawah penerbangan itu yang mendarat pada pukul 8.30 malam di Beirut, tidak membawa siapapun kecuali warga negara Lebanon dan mereka yang mendapat izin tinggal di Lebanon.

    “Tidak ada hal yang mencurigakan,” kata Lokman Slim, direktur bidang dokumentasi dan peneliti di UMAN, sebuah Lembaga yang bermarkas di Beirut.   

    Virus corona yang menyebar dengan cepat di Iran membawa kemungkinan penumpang yang baru dari negara itu berpotensi besar terinfeksi virus corona. Sejumlah pihak menuding Iran tidak melaporkan jumlah sesungguhnya kasus virus corona di negara itu. 

    “Masalah intinya bukan masyarakat Lebanon datang ke bandara, namun masyarakat dari Iran yang memasuki wilayah perbatasan,” kata Slim.   

    Ucapan Slim itu berkaca pada wilayah perbatasan Suriah – Lebanon tak bisa dilintasi, namun kelompok Hizbullah mengendalikan wilayah itu. Dengan begitu, orang-orang yang berasal dari Iran bisa dengan mudah menyelinap tanpa harus mendapat izin dari keamanan Lebanon.  Hezbullah juga menggunakan bandara Damaskus dan jarak Ibu Kota Suriah itu dengan Beirut lewat jalur darat hanya tiga jam sehingga sulit mendeteksi orang yang terbang ke Damaskus dan melewati jalur darat untuk sampai ke Lebanon.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.