Pemilu Amerika 2020 Berpotensi Tanpa Capres Perempuan

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Elizabeth Warren [REUTERS]

    Elizabeth Warren [REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemilu Amerika 2020 berpotensi kembali didominasi sepenuhnya oleh pria. Hal ini menyusul mundurnya senator Elizabeth Warren dari proses nominasi kandidat capres Partai Demokrat.

    "Saya sampaikan pada hari ini bahwa saya menghentikan kampanye untuk menjadi Presiden Amerika," ujar Warren dalam jumpa pers di depan rumahnya, Cambridge, Massachusetts, sebagaimana dikutip dari CNN, Kamis, 5 Maret 2020 waktu Amerika.

    Dengan mundurnya Warren, maka kandidat capres perempuan dari Partai Demokrat tinggal Tulsi Gabbard seorang. Ia, yang mewakili Hawaii, akan tetap berkampanye pada pekan ini di Las Vegas.

    Sejauh ini, Gabbard baru mengumpulkan 2 delegasi di mana semuanya berlatar American Samoa. Angka tersebut tertinggal jauh dari perolehan kedua kompetitornya, Bernie Sanders dan Joe Biden. Mengutip National Public Radio, Sanders sudah mengumpulkan 506 delegasi sementara Biden mengumpulkan 612. Untuk bisa maju sebagai capres, kandidat harus bisa mengumpulkan 1991 delegasi. 

    Kembali ke Warren, Ia belum menyatakan mendukung siapa pasca pengunduran dirinya. Kepada awak media, Warren meminta waktu untuk memikirkan matang-matang siapa yang patut dia dukung.

    "Beri saya ruang untuk hal tersebut. Saya butuh sedikit waktu untuk menimbangnya baik-baik," ujar Warren.

    Apabila Warren mengikuti langkah kandidat lainnya yang sudah mundur lebih dulu yaitu Pete Buttigieg, Amy Klobuchar, dan Michael Bloomberg, maka ia akan memberikannya kepada Biden. Biden dianggap ketiganya sebagai kandidat yang paling mungkin untuk mengalahkan Trump dengan pertimbangan pengalamannya di pemerintahan dan performanya di primary akhir-akhir ini.

    Di sisi lain, Warren lama dikenal sebagai sahabat Sanders. Keduanya maju sebagai kandidat dengan pandangan progressif. Namun, dalam salah satu debat, Warren menyerang Sanders dengan tuduhan bahwa senator asal Vermont tersebut tidak menyakini perempuan bisa menang di Pemilu Amerika 2020.

    Mengutip CNN, Sanders mengklaim belum lama ini berdiskusi dengan Warren. Namun, ia enggan menyampaikan detail perbincangan yang berlangsung di haru Rabu kemarin itu.

    ISTMAN MP | CNN | NPR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.