Sudah 9 Orang Tewas Diserang Wabah Virus Corona di AS

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penumpang AS di atas kapal pesiar Diamond Princess, yang telah memilih untuk pergi, terlihat dalam pesawat evakuasi carteran untuk terbang kembali ke Amerika Serikat, di bandara Haneda di Jepang 17 Februari 2020. Dua penerbangan charter yang dioperasikan oleh Kalitta Air membawa beberapa ratus penumpang Amerika dari kapal berangkat dari Bandara Haneda pada Senin pagi. [Philip dan Gay Courter / via REUTERS]

    Penumpang AS di atas kapal pesiar Diamond Princess, yang telah memilih untuk pergi, terlihat dalam pesawat evakuasi carteran untuk terbang kembali ke Amerika Serikat, di bandara Haneda di Jepang 17 Februari 2020. Dua penerbangan charter yang dioperasikan oleh Kalitta Air membawa beberapa ratus penumpang Amerika dari kapal berangkat dari Bandara Haneda pada Senin pagi. [Philip dan Gay Courter / via REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Pejabat Amerika Serikat mengatakan hingga Selasa, 3 Maret 2020 jumlah korban meninggal akibat tertular wabah virus Corona (COVID-19) bertambah menjadi sembilan orang. Semuanya berasal dari Washington dan kebanyakan mereka penghuni panti jompo.

    Sebagai catatan, Kementerian Kesehatan mengatakan jumlah total kasus yang dikonfirmasi naik menjadi 27, termasuk sembilan kematian. Angka itu naik dari 18 kasus dan enam kematian yang dilaporkan di hari sebelumnya.

    Delapan dari kematian itu terjadi di King County, termasuk Seattle, dan Snohomish County. Adapun lebih dari 100 kasus virus Corona dikonfirmasi di banyak negara dunia, bahkan telah memasuki wilayah Afrika dan Timur Tengah.

    Sejauh ini Life Care Center atau panti jompo dan fasilitas perawatan di kawasan Seattle, menjadi pusat penyebaran virus di Washington, terlebih dengan banyak korban meninggal terjadi di sana. Pihak panti jompo telah melarang kunjungan dari anggota keluarga pasien sampai waktu yang belum ditentukan. Mereka juga menolak untuk menerima pasien baru yang dikhawatirkan akan menularkan virus.

    Susan Gregg, juru bicara Rumah Sakit Harborview Seattle, di mana ada satu orang meninggal karena virus Corona menyampaikan bahwa petugas kesehatan yang melakukan kontak dengan pasien juga akan diawasi demi menghindari jatuhnya korban lagi.

    "Kami akan bekerja sama dengan petugas kesehatan masyarakat. Para staf kami mungkin saja terpapar virus saat menangani pasien di unit darurat," ungkap Gregg.

    Otoritas kesehatan di seluruh dunia tengah berjuang untuk melumpuhkan virus Corona yang telah menewaskan lebih dari 3.100 orang.

    Presiden Donald Trump telah mengunjungi Institusi Kesehataan Nasional untuk menindaklanjuti uji coba vaksin yang akan diluncurkan untuk menyembuhkan virus Corona, menurut laporan yang dikutip Channel News Asia, Rabu 4 Maret 2020.

    Melihat kenaikan angka kematian yang terjadi di Amerika Serikat saat ini, Trump masih belum membatasi perjalanan domestik mana pun dan menganggap Washington sebagai pusat darurat wabah.

    Trump juga tidak akan melarang acara publik untuk saat ini, termasuk kejuaraan basket tahunan March Madness mendatang meski wabah virus Corona semakin banyak memakan korban.

    SAFIRA ANDINI | CHANNEL NEWS ASIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.