Di Iran, Jutaan Alat Medis untuk Virus Corona Ditimbun

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perempuan Iran mengenakan masker pelindung untuk mencegah tertular virus Corona, saat mereka berjalan di jalan di Teheran, Iran 25 Februari 2020. [WANA (Kantor Berita Asia Barat) / Nazanin Tabatabaee via REUTERS]

    Perempuan Iran mengenakan masker pelindung untuk mencegah tertular virus Corona, saat mereka berjalan di jalan di Teheran, Iran 25 Februari 2020. [WANA (Kantor Berita Asia Barat) / Nazanin Tabatabaee via REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Penimbunan perlengkapan medis kerap menjadi masalah di kala wabah penyakit terjadi. Di Iran, salah satu negara terdampak virus Corona (COVID-19), otoritas setempat menemukan jutaan perlengkapan medis ditimbun di dua gudang.

    "Perlengkapan medis yang ditimbun, termasuk 28 juta sarung tangan medis, ditemukan di dua kompleks pergudangan di Kahrizak, 25 kilometer dari dari Tehran," ujar Komandan Pasukan Revolusi Iran, Hassan Hassanzadeh, sebagaimana dikutip dari kantor berita Reuters, Senin malam, 2 Maret 2020.

    Sebagaimana telah diberitakan, Iran menempati posisi keempat sebagai negara paling terdampak virus Corona. Per berita ini ditulis, tercatat sudah ada 1501 kasus virus Corona dan 66 korban meninggal di Iran.

    Dari sekian banyak kasus yang ada, beberapa pasien di antaranya adalah pejabat pemerintah Iran. Nama-nama yang bisa disebutkan meliputi Wakil Presiden untuk Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga, Masoumeh Ebtekar, serta Deputi Menteri Kesehatan Iraj Harirchi.

    Gawatnya, di tengah epidemi virus Corona (COVID-19) tersebut, persediaan perlengkapan medis di Iran menipis. Banyak pusat kesehatan kekurangan perlengkapan medis untuk merawat pasien yang ada. Baru belakangan terungkap bahwa telah terjadi penimbunan di berbagai titik, salah satunya di Kahrizak.

    Terkait penimbunan 28 juta sarung tangan medis di Kahrizak, pemerintah Iran belum menemukan siapa pelakunya. Namun, mereka memastikan bahwa pelakunya akan dihukum berat. Hal itu dinyatakan oleh Kepala Yudikatif Iran, Ebrahim Raisi.

    "Tidak ada kata ampun untuk mereka yang melakukan penimbunan obat-obatan dan perlangkapan medis," ujarnya menegaskan.

    ISTMAN MP | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.