Pasien Cerita Pengalaman Terjangkit Virus Corona

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapal pesiar Diamond Princess berlabuh di Daikoku Pier Cruise Terminal di Yokohama, selatan Tokyo, Jepang 19 Februari 2020. Dari 3.700 penumpang, sebagian telah meninggalkan kapal karena masa karantina berakhir. REUTERS/Kim Kyung-hoon

    Kapal pesiar Diamond Princess berlabuh di Daikoku Pier Cruise Terminal di Yokohama, selatan Tokyo, Jepang 19 Februari 2020. Dari 3.700 penumpang, sebagian telah meninggalkan kapal karena masa karantina berakhir. REUTERS/Kim Kyung-hoon

    TEMPO.CO, Jakarta - Carl Goldman, 60 tahun, salah satu penumpang di Kapal Pesiar mewah Diamond Princess dan terjangkit virus corona menceritakan pengalamannya selama menjalani masa karantina. Goldman menyebut pengalamannya sakit akibat virus corona tidak sehoror yang dibayangkan orang. 

    Dikutip dari mirror.co.uk, Goldman meninggalkan Kapal Diamond Princess bersama istrinya setelah dia positif terjangkit virus corona. Sedangkan istrinya dinyatakan negatif, namun tetap harus menjalani masa karantina. 

    Sejumlah petugas menggunakan pakaian pelindung saat berada dekat kapal pesiar Diamond Princess, setelah 10 penumpang terinfeksi virus corona saat tiba di pelabuhan Daikoku Pier Cruise Terminal di Yokohama, 6 Febrauari 2020. REUTERS/Kim Kyung-Hoon

    Pasangan suami – istri ini diterbangkan menggunakan pesawat milik Pemerintah Amerika Serikat ke pangkalan udara Travis di California, Amerika Serikat. Area tempat Goldman tiba dikelilingi oleh plastik, dimana para petugas dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit membawa Goldman dan istrinya ke sebuah tempat karantina di Rumah Sakit Universitas Nebraska pada 17 Februari 2020.   

    Di rumah sakit itu, Goldman ditempatkan di unit biocontainment yang menjauhkannya dari dunia luar. Goldman adalah pemilik radio di Santa Claita, California. Tim dokter dengan standar internasional memantau kondisi tubuhnya dengan ketat, memberikannya vitamin dan mineral. Selama masa karantina itu, Goldman punya waktu untuk merefleksikan penyakitnya yang disebutnya tak seburuk sakit bronkitis yang pernah dialaminya. 

    “Ini (virus corona) lebih ringan. Saya tidak menggigil, tidak ada anggota badan saya yang sakit, saya bahkan bisa bernafas dengan baik, hidung saya juga tidak tersumbat. Yang terasa hanya dada terasa kencang dan saya batuk-batuk. Jika saya ada di rumah dengan gejala ini, saya mungkin akan bekerja seperti biasa,” kata Goldman. 

    Goldman berada di unit biocontainment selama 10 hari. Dia bahkan masih bisa bekerja lewat laptopnya dan berkomunikasi dengan istrinya yang juga dikarantina di tempat lain. Kendati Goldman masih positif terjangkit virus corona, dia tidak lagi membutuhkan perawatan medis yang banyak dan akan dikeluarkan dari rumah sakit jika dia sudah dinyatakan bebas virus corona sebanyak tiga kali.   

    Goldmand pun menyarankan kepada masyarakat agar membeli thermometer digital, khususnya jika mereka mulai pilek. Dia meyakinkan, virus corona tidak harus menjadi bencana yang mengerikan.      

    Sebelumnya pada Sabtu, 29 Februari 2020, Amerika Serikat mengkonfirmasi kematian pertama akibat virus corona. Total virus corona yang menyebar pertama kali dari Kota Wuhan, Cina, telah menginfeksi lebih dari 80 ribu orang di seluruh dunia dan 2.800 orang meninggal karena virus ini atau COVID-19.  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.