4 Hari Sakit, Paus Fransiskus Muncul ke Publik Pertama Kali

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Paus Fransiskus pada Minggu, 1 Maret 2020, muncul untuk pertama kali setelah izin istirahat karena sakit. Suber: FABIO FRUSTACI/EPA-EFE/REX/mirror.co.uk

    Paus Fransiskus pada Minggu, 1 Maret 2020, muncul untuk pertama kali setelah izin istirahat karena sakit. Suber: FABIO FRUSTACI/EPA-EFE/REX/mirror.co.uk

    TEMPO.CO, JakartaPaus Fransiskus muncul ke muka publik untuk pertama kali setelah empat hari tak enak badan. Paus Fransiskus sakit flu hingga mendesaknya membatalkan sejumlah acara dan aktivitasnya. 

    Dikutip dari mirror.co.uk, pada hari pertama kemunculannya setelah absen sakit, Paus Fransiskus masih terlihat bersin dan batuk sesekali. Pemimpin umat Katolik itu, muncul untuk memberikan ceramah di hadapan ribuan jamaah di lapangan St Peter.

    Paus Fransiskus, 83 tahun, tampak kurang sehat sehingga membatalkan jadwalnya pada Jumat, 28 Februari 2020. Sumber: Metro

    Paus Fransiskus rehat sejak Rabu, 26 Februari 2020. Lantaran masih kurang sehat, Paus Fransiskus pun tidak bisa menghadiri rangkaian acara pra-paskah. 

    “Sayang sekali, flu membuat saya harus membatalkan acara pra-paskah. Saya akan mengikuti acara perenungan dari sini (Istana Apostolic),” kata Paus Fransiskus.     

    Ini bisa dibilang untuk pertama kali Paus Fransiskus melewatkan acara tahunan tersebut (retreat) sejak dia menjadi Paus pada Maret 2013. Sebelumnya saat menghadiri sebuah misa pada Rabu, 26 Februari lalu, Paus asal Argentina itu sudah terlihat sakit flu. Paus Fransiskus membersihkan hidungnya beberapa kali dan batuk-batuk selama misa, suaranya pun serak. 

    Vatikan sudah menjelaskan bahwa Paus Fransiskus sedikit tidak sehat. Juru bicara Paus Fransiskus, Matteo Bruni, menepis spekulasi dan meyakinkan Paus hanya sedikit tidak enak badan.

    “Tidak ada bukti yang mengarah pada diagnosa apapun selain hanya kurang sehat,” kata Bruni. 

    Paus Fransiskus sakit di tengah tingginya penyebaran virus corona di Italia. Negeri Pizza itu mengkonfirmasi ada lebih dari 1.100 kasus pasien virus corona sejak 20 Februari 2020, dimana dari jumlah itu sebanyak 29 kasus berakhir dengan kematian. Italia telah menjadi negara di Eropa yang terdampak paling buruk akibat virus mematikan itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.