Ditemukan Bom Bekas Perang di Hong Kong, Tamu Hotel Dievakuasi

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah bom sisa perang ditemukan di Hong Kong pada Sabtu, 29 Februari 2020. Sumber: South China Morning Post/asiaone.com

    Sebuah bom sisa perang ditemukan di Hong Kong pada Sabtu, 29 Februari 2020. Sumber: South China Morning Post/asiaone.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Ratusan tamu hotel dan kuil ibadah di Happy Valley, Hong Kong, dievakuasi menyusul temuan sebuah bom sisa perang. 

    Kepolisian Hong Kong mengatakan seorang pekerja menemukan bom itu pada Sabtu, 29 Februari 2020 di sebuah area konstruksi di Kuil Sikh, Hau Tak Lane, Hong Kong. Sumber di Kepolisian mengatakan bom itu tingginya 1,5 meter dan perlu waktu berjam-jam untuk mengatasinya. Terlihat sejumlah petugas menggunakan karung pasir untuk menutupi bom yang masih aktif itu. 

    Pada Sabtu sekitar pukul 2.30 sore, sebanyak 154 tamu di Hotel Emperor di jalan Queen East dievakuasi. Para tamu di dua hotel berbeda namun ada di jalan yang sama, juga diminta meninggalkan area itu. Beberapa gerbang rumah sakit Tang Siu Kin ditutup sebagai langkah pencegahan. 

    Dikutip dari asiaone.com, sekitar 200 jamaat di sebuah kuil ibadah, dievakuasi. Sebuah relik keagamaan untuk sementara juga dipindahkan demi keamanan. Separuh area jalan Nai Chung ditutup.              

    “Kami diberi tahu oleh kepolisian sekitar pukul 11.30 pagi bahwa mereka menemukan objek peledak di sebuah area konstruksi. Kami lalu dievakuasi. Ini adalah bom ketiga yang ditemukan di sini sehingga kami mulai terbiasa,” kata Gurcharan Singh, relawan di Kuil Happy Valley.   

    Sebelumnya pada Februari 2014, sebuah bom yang belum meledak dengan berat 907 kilogram ditemukan. Seorang pekerja juga menemukan bom dengan berat 450 kilogram ketika sedang melakukan penggalian. Ketika itu, lebih dari 2 ribu orang dekat hotel, gedung perkantoran dan rumah susun, dievakuasi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.