Pria Asal Amerika Menyamar Jadi Kekasihnya Setelah Membunuhnya

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jaime Feden dibunuh oleh kekasihnya yang ingin mengambil alih rumahnya (Sumber: CNN)

    Jaime Feden dibunuh oleh kekasihnya yang ingin mengambil alih rumahnya (Sumber: CNN)

    TEMPO.CO, Jakarta - Jaksa Federal memperkarakan John Matthew Chapman (40), pria asal Pennyslvania, karena telah menculik, membunuh dan kemudian mencuri identitas (menyamar sebagai) kekasihnya. Adapun Chapman disebut membunuh kekasihnya di gurun Nevada, Las Vegas, Amerika agar bisa mengambil alih rumahnya.

    "Chapman akan disidang pada hari Senin esok atas tuduhan menculik dan membunuh kekasihnya, Jaime Feden," sebagaimana dikutip dari keterangan kantor Pengacara Distrik Amerika yang dimuat di CNN, Ahad, 1 Maret 2020.

    Dalam pemeriksaan, Chapman mengaku menculik dan membunuh Feden pada bulan September lalu. Adapun pembunuhan tersebut bermula dari ajakan ia kepada Feden untuk pergi ke Las Vegas dengan dalih liburan.

    Tiba di Las Vegas pada tanggal 23 September 2019, Chapman kemudian mengajak Feden untuk sesi foto erotis di padang gurun. Di sana, Chapman mengikat kekasihnya di sebuah tiang petunjuk jalan dan kemudian menutup mulut serta hidungnya hingga ia kehabisan nafas.

    Setelah Feden menghembuskan nafas terakhir, Chapman melepasnya dari tiang petunjuk dan melucuti seluruh pakaiannya. Feden dibiarkan begitu saja di padang gurun, sementara Chapman kembali ke rumah Feden dengan menyamar sebagai dirinya.

    "Tubuh Feden ditemukan sebulan kemudian ketika keluarganya melakukan perjalanan ke Las Vegas," ujar kantor Pengacara Distrik Amerika.

    Identitas jenazah Feden baru bisa dipastikan sebulan kemudian lewat uji forensik. Selama itu, menurut kantor Pengacara Distrik Amerika, Chapman menyamar sebagai Feden dan mengelabui keluarganya via media sosial.

    Aksi Chapman terungkap tak lama setelah idenitas Feden dipastikan. Kepolisian Bethel menangkap Chapman di kediaman Feden. Kebetulan, sebelum penangkapan tersebut, pihak Kepolisian sudah memantau Chapman beberapa kali karena kerap keluar masuk kediaman Feden.

    Jika terbukti bersalah, berdasarkan hukum yang berlaku di Amerika, Chapman akan dihukum penjara seumur hidup atau dihukum mati. Hingga berita ini ditulis, pengacara Chapman belum memberikan keterangan pembelaan atau klarifikasi atas tuduhan yang diarahkan kepada Chapman.

    ISTMAN MP | TEMPO.CO



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.