Raja Pilih Ketua Bersatu, Muhyiddin Jadi Perdana Menteri Malaysia

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden UMNO Muhyiddin Yassin (kiri) dan mantan perdana menteri Mahathir Mohamad memberikan konferensi pers di Putrajaya, Malaysia, 12 Oktober 2015. [REUTERS / Olivia Harris / File Foto]

    Wakil Presiden UMNO Muhyiddin Yassin (kiri) dan mantan perdana menteri Mahathir Mohamad memberikan konferensi pers di Putrajaya, Malaysia, 12 Oktober 2015. [REUTERS / Olivia Harris / File Foto]

    TEMPO.CO, Jakarta - Raja Abdullah Ri’ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah memilih Muhyiddin Yassin, ketua Partai Pribumi Bersatu Malaysia atau Bersatu sebagai perdana menteri Malaysia menggantikan Mahathir Mohamad yang telah mengundurkan diri.

    Muhyiddin akan disumpah pada Minggu, 1 Maret 2020 jam 10.30 di Istana Negara Malaysia.

    Pengawas Keuangan Keluarga Kerajaan dan Rumah Tangga Ahmad Fadil Shamsuddin dalam pernyataannya hari Sabtu, 29 Februari mengatakan, Raja memilih Muhyiddin setelah bertemu semua anggota parlemen.

    "Raja telah memilih Muhyiddin sebagai perdana menteri sesuai dengan Konstitusi Federal Pasal 40 (2) dan 43(2)(a)," kata Ahmad Fadil.

    Menurut Ahmad Fadil, pemilihan perdana menteri tidak dapat ditunda lagi demi kesejahteraan rakyat dan negara.

    "Dia percaya ini keputusan terbaik bagi semua dan berharap hal ini mengakhiri krisis politik."

    Sistem kenegaraan Malaysia menempatkan raja di atas undang-undang sehingga dapat memilih perdana menteri.

    Sebelumnya Raja memilih Mahathir Mohamad sebagai perdana menteri interim hingga terpilih perdana menteri defenitif. Pemilihan Mahathir hanya beberapa jam setelah dia mengatakan mengundurkan diri sebagai perdana menteri.

    Mahathir Mohamad dan Muhyiddin bernaung di bawah partai Bersatu. Hanya saja keduanya punya perbedaan pilihan, Mahathir menolak berkoalisi dengan partai oposisi, UMNO. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.