Wakil Presiden Iran Kena Virus Corona

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Iran ke-7 terkena virus corona. Sumber: Stockholm Forum on Gender Equality

    Wakil Presiden Iran ke-7 terkena virus corona. Sumber: Stockholm Forum on Gender Equality

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Kesehatan Iran pada Kamis, 27 Februari 2020, mengumumkan Wakil Presiden Iran ke-7, Massoumeh Ebtekar, positif terjangkit virus corona. Ebtekar terjangkit virus mematikan itu menyusul penyebaran virus corona yang meningkat di Iran. 

    Total korban meninggal karena virus corona di Iran per Kamis, 27 Februari 2020, sebanyak 26 orang. Juru bicara Kementerian Kesehatan Iran, Kianoush Jahanpour, mengatakan jumlah pasien yang terinfeksi virus corona naik menjadi 245 orang.   

    Iran telah menjadi negara di luar Cina dengan jumlah kematian tertinggi karena virus corona. Iran pertama kali mengkonfirmasi pasien dengan virus corona pada 19 Februari 2020.  

    Petugas menyemprotkan cairan desinfektan untuk mencegah meluasnya virus corona di sebuah pasar tradisionald di Seoul, Korea Selatan, 24 February 2020. REUTERS/Kim Hong-Ji

    Wakil Presiden Ebtekar dalam pemerintahan Iran fokus menangani urusan perempuan. Dia saat ini sedang dirawat di rumahnya dan anggota tim Ebtekar sedang menjalani tes pemeriksaan virus corona.   

    Sebelumnya Mojtaba Zolnour, Kepala Keamanan Nasional dan komite hubungan luar negeri Iran, juga tertular virus corona. Dia muncul di sebuah rekaman video yang diunggah oleh kantor berita Fars, mengatakan sedang menjalani masa karantina. Laporan sejumlah media menyebut, diantara mereka yang terinfeksi virus corona adalah ahli agama dan Duta Besar Iran yang pertama untuk Vatikan, Hadi Khroroshahi    

    Menyusul penyebaran virus corona ini, pada Rabu, 26 Februari 2020, otoritas Iran mengumumkan pemberlakuan larangan bepergian kepada orang-orang yang sudah terkonfirmasi terkena virus corona dan mereka yang diduga terjangkit virus ini. Penyebaran wabah penyakit ini juga membuat Iran berencana mengurangi akses ke tempat-tempat ibadah yang ramai dikunjungi umat, termasuk tempat suci Reza di Kota Mashhad dan Fatima Masumeh di Kota Qom.

         


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.