Langgar Aturan Virus Corona, Suami-Istri Diperkarakan Pemerintah

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pria dan anak-anak mengenakan masker, melihat rak-rak makanan kaleng dan mie instan yang kosong ketika orang-orang membeli persediaan makanan, setelah Singapura menaikkan tingkat peringatan wabah Virus Corona menjadi status oranye, di sebuah supermarket di Singapura 8 Februari 2020. REUTERS/Edgar Su

    Seorang pria dan anak-anak mengenakan masker, melihat rak-rak makanan kaleng dan mie instan yang kosong ketika orang-orang membeli persediaan makanan, setelah Singapura menaikkan tingkat peringatan wabah Virus Corona menjadi status oranye, di sebuah supermarket di Singapura 8 Februari 2020. REUTERS/Edgar Su

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Singapura bertindak tegas terhadap mereka yang melanggar aturan pengendalian virus Corona (COVID-19). Buktinya, pasangan suami istri asal Wuhan terancam hukuman penjara karena melanggar aturan pengendalian virus di Singapura.

    Mengutip situs Channel News Asia, pasangan tersebut adalah Hu Jun (38) dan Shi Sha (36). Keduanya diperkarakan oleh pemerintah Singapura karena telah berbohong kepada petugas saat diperiksa soal rekam perjalanan mereka dan apakah mereka bertahan di rumah saat masa karantina.

    "Keduanya melanggara aturan Infectious Diseases Act karena mengganggu kerja petugas medis yang berusaha mengendalikan penyebaran virus Corona," sebagaimana dikutip dari Channel News Asia, Jumat, 28 Februari 2020.

    Berdasarkan keterangan dari Kementerian Kesehatan Singapura, Hu Jun berbohong kepada petugas saat diperiksa pada tanggal 1 Februari. Dalam pemeriksaan itu, Hu Jun mengatakan kepada petugas bahwa ia mendekam di rumahnya dari tanggal 22 Januari hingga 29 Januari. Kenyataannya, Hu Jun sempat berpergian beberapa kali pada periode tersebut.

    Hal serupa dilakukan oleh Shi Sha dalam pemeriksaan yang berbeda. Kepada petugas, ia mengaku mengisolir dirinya di rumah dari tanggal 31 Januari hingga 12 Februari. Kenyataannya, selama periode tersebut, Shi Sha malah menetap di hotel. Shi Sha bahkan berbohong di hotel mana ia menetap.

    "Shi Sha dengan sengaja berbohong kepada petugas di saat ia dalam masa karantina," ujar pihak Kementerian Kesehatan.

    Rencananya, pada tanggal 20 Maret nanti, keduanya akan disidang atas pelanggaran yang mereka lakukan. Jika terbukti bersalah, maka keduanya akan dihukum penjara 6 bulan dan membayar denda 10 ribu Dollar Singapura (setara Rp103 juta).

    Penegakan hukum terhadap Hu Jun dan Shi Sha bukan satu-satunya sikap tegas pemerintah Singapura terhadap pelanggara aturan pengendalian virus Corona. Beberapa hari lalu, pemerintah Singapura mencabut izin tinggal permanen salah satu warga asal Cina karena tidak mengkarantina dirinya pasca tertular virus Corona (COVID-19).

    ISTMAN MP | CHANNEL NEWS ASIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.