Ekstrem, Mesin Capit Boneka Diangkat Demi Dapat Mainan

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekelompok perempuan di Thailand menggoyang-goyangkan mesin capit boneka demi bisa mendapatkan boneka. Sumber: Stomp

    Sekelompok perempuan di Thailand menggoyang-goyangkan mesin capit boneka demi bisa mendapatkan boneka. Sumber: Stomp

    TEMPO.CO, Jakarta - Permainan claw machine atau mesin capit boneka tentunya sudah menjadi permainan umum di dunia. Cara bermainnya pun mudah, yakni hanya memasukkan koin token untuk mendapatkan kesempatan memperoleh boneka di dalamnya. 

    Namun, ada ‘cara unik’ untuk mendapatkan boneka tanpa harus bersusah payah bermain. Seperti yang dilakukan sejumlah pegawai salon di Toa Payoh, Singapura, mereka berusaha menggoyang-goyangkan mesin capit boneka. Tak sedikit bahkan ada yang mengangkatnya demi bisa mendapat boneka yang diinginkan.

    Pada 25 Februari 2020, tindakan ini sempat terlihat langsung oleh seseorang saksi mata, yang tak diketahui namanya, ketika dia berjalan melewati kawasan pusat Toa Payoh. Dia melihat sekumpulan perempuan sedang mengelilingi sebuah mesin capit boneka. 

    Saksi mata itu lalu merekam tindakan itu, dimana terlihat empat perempuan pegawai salon kecantikan tersebut sedang menggoyang-goyangkan mesin boneka, salah satunya bahkan mengangkat mesin permainan dengan dua tangannya. 

    Mesin itu sangat berat sehingga amat berbahaya jika mesin itu ambruk menimpa seseorang. 

    "Mereka melakukan itu dua kali. Jujur saja, ini pertama kalinya aku melihat aksi ini," ungkapnya. 

    Meski kejadian itu cukup bikin geger, tak ada satu pun orang-orang di sekitarnya yang menghentikan aksi para perempuan tersebut. Mereka pun baru berhenti menggoyang-goyangkan mesin capit boneka setelah berhasil mendapat dua boneka yang keluar dari mesin itu. 

    SAFIRA ANDINI | ASIA ONE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akhir Cerita Cinta Glenn Fredly

    Glenn Fredly mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu, 8 April 2020 di RS Setia Mitra, Jakarta. Glenn meninggalkan cerita cinta untuk dikenang.