Sanksi Keras AS Membuat Kuba Kesulitan Beli Minyak dan Pesawat

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden baru terpilih Kuba, Miguel Diaz-Canel dan pendulunya, Raul Castro, di ruang Balai Nasional. Reuters/Falexandre Meneghini

    Presiden baru terpilih Kuba, Miguel Diaz-Canel dan pendulunya, Raul Castro, di ruang Balai Nasional. Reuters/Falexandre Meneghini

    TEMPO.CO, Jakarta - Sanksi keras pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap Kuba kini berdampak langsung pada transportasi publik, di antaranya Kuba tidak lagi dapat membeli satu pesawat pun dari perusahaan asing.

    Sanksi keras AS bahkan membuat pelabuhan-pelabuhan di Kuba tidak dapat dikunjungi kapal yang membawa minyak untuk dijual ke Kuba.

    "Sanksi Amerika telah berdampak ril dan langsung pada penumpang transportasi dan pendapatan dalam mata uang asing," kata Eduardo Rodriguez, Menteri Transportasi Kuba dalam wawancara bertajuk Mesa Redonda di satu televisi di Kuba, sebagaimana dilaporkan Miami Herald.com, 26 Februari 2020.

    Rodriguez menjelaskan, ada 4 fakta yang merupakan dampak langsung dari sanksi AS terhadap Kuba, yakni

    1. Perusahaan asing membatalkan penjualan dua pesawat berbendera maskapai Kuba yakni Cubana de Aviacion. Rodriguea tidak menyebut nama perusahaan itu.

    2. Kapal pembawa minyak yang telah dibeli Kuba menolak untuk berlabuh di pelabuhan-pelabuhan di Kuba. Menurutnya, pemerintah Kuba tidak punya pilihan kecuali membeli kapal untuk mengangkut minyak itu.

    3. Perusahaan asing yang telah bekerja selama 2 tahun memodernisasi bandara internasional Havana, Jose Marti International Airport menyatakan berhenti.

    4. Perusahaan asing yang telah memodernisasi sistem kereta yang sudah tua untuk 2 tahun lamanya juga membatalkan kontrak.

    Menurut Rodriguez, dalam setahun terakhir Kuba telah diterjang dengan dua masalah. Pertama, sanksi AS menghukum Kuba lantaran membantu pemimpin pemerintahan Venezuela, Nicolas Maduro. Kedua, penguatan undang-undang federal yang mengizinkan keluarga Amerika-Cuba yang memiliki aset properti komersial yang diambil alih oleh pemerintah Castro untukmeutut perusahaan asing yang menggunakan properti itu di Kuba.

    Presiden Trump mengeluarkan sanksi keras kepada Cuba lantaran mendukung pemerintahan sosialis Venezuela yang dipimpin Nicolas Maduro. AS menganggap pemerintahan Maduro korup dan diktator.

    Pada Mei 2019, Presiden Trump mengeluarkan satu undang-undang diberi nama Helms-Burton Act on Cuba. Undang-undang inilah yang sekarang dipakai untuk membuat Cuba semakin tertekan karena sanksi keras AS. Undang-undang itu mendapat kritikan keras dari Eropa karena undang-undang ini membuat bingung bisnis global .


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akhir Cerita Cinta Glenn Fredly

    Glenn Fredly mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu, 8 April 2020 di RS Setia Mitra, Jakarta. Glenn meninggalkan cerita cinta untuk dikenang.