Akibat Virus Corona, Pakistan Tutup Sekolah dan Tunda Penerbangan

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota keluarga memegang slogan menuntut evakuasi mahasiswa Pakistan dari Kota Wuhan, Cina, yang tidak bisa kembali setelah wabah virus Corona, selama protes di Karachi, Pakistan 16 Februari 2020. [REUTERS / Imran Ali]

    Anggota keluarga memegang slogan menuntut evakuasi mahasiswa Pakistan dari Kota Wuhan, Cina, yang tidak bisa kembali setelah wabah virus Corona, selama protes di Karachi, Pakistan 16 Februari 2020. [REUTERS / Imran Ali]

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Pakistan memutuskan untuk meliburkan sejumlah sekolah dan menutup penerbangan mereka dari dan ke Iran. Hal tersebut merupakan upaya mereka untuk menekan penyebaran virus Corona yang semakin parah tiap harinya. 

    "Sekolah-sekolah yang diliburkan adalah yang berada di selatan provinsi Sindh, meliputi Karachi, serta Baluchistan," sebagaimana dikutip dari kantor berita Reuters, Kamis, 27 Februari 2020.

    Hingga berita ini ditulis, sudah ada dua kasus virus Corona di Pakistan. Satu di antaranya berasal dari Karachi, salah satu lokasi di mana sekolah-sekolahnya akan diliburkan.

    Adapun kedua pasien virus Corona tersebut adalah peziarah dari komunitas Muslim Shi'ite yang baru saja kembali dari Iran. Itulah kenapa penerbangan dari dan ke Iran juga ditutup oleh pemerintah Pakistan.

    "Kami memutuskan untuk menutup seluruh rute penerbangan ke Iran hingga waktu yang belum ditentukan," ujar juru bicara otoritas penerbangan Pakistan, Sattar Khokhar.

    Meski telah menutup penerbangan dari dan ke Iran, pemerintah Pakistan belum merasa sepenuhnya aman dari ancaman virus Corona. Hal tersebut mengingat tiap tahunnya ada 8000 orang dari Pakistan yang berziarah ke Iran.

    Iran sendiri, sejauh ini, merupakan salah satu negara di Timur Tengah dengan jumlah kasus virus Corona (COVID-19) terbanyak. Hingga berita ini ditulis, tercatat ada 141 kasus virus Corona di sana dengan 22 korban meninggal. Dengan kata lain, menurut pemerintah Pakistan, ada potensi masih banyak pasien virus Corona asal Pakistan, yang baru saja mengunjungi Iran, belum terdeteksi.

    "Kami akan menemukan lokasi dan memeriksa 1500 orang yang baru saja mengunjungi Iran," ujar juru bicara pemerintah pronvinsi Sindh, Murad Ali Shah, sebagaimana dikutip dari Reuters.

    ISTMAN MP | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akhir Cerita Cinta Glenn Fredly

    Glenn Fredly mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu, 8 April 2020 di RS Setia Mitra, Jakarta. Glenn meninggalkan cerita cinta untuk dikenang.