Israel Imbau Warganya Tidak ke Luar Negeri karena Virus Corona

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memimpin pertemuan tentang persiapan Israel untuk implikasi virus Corona, di Kantor Perdana Menteri di Yerusalem, 25 Februari 2020.[Haim Zach/GPO/Jerusalem Post]

    Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memimpin pertemuan tentang persiapan Israel untuk implikasi virus Corona, di Kantor Perdana Menteri di Yerusalem, 25 Februari 2020.[Haim Zach/GPO/Jerusalem Post]

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Kesehatan Israel mengimbau warganya agar mempertimbangkan bepergian ke luar negeri karena virus Corona atau COVID-19 kini telah menyebar secara global.

    "Jika Anda tidak benar-benar harus terbang, jangan lakukan itu," kata kementerian itu dalam peringatan perjalanan yang dikeluarkan pada Rabu, dikutip dari Times of Israel, 27 Februari 2020.

    Pengumuman itu menjadikan Israel menjadi otoritas pertama yang mendesak warganya untuk menahan diri dari perjalanan internasional sepenuhnya karena wabah virus Corona, yang dimulai di Cina pada bulan Desember dan sejak itu menginfeksi lebih dari 80.000 di seluruh dunia dan merenggut lebih dari 2.000 jiwa, hampir seluruh kematian terjadi di Cina.

    "Perjalanan ke konferensi dan pertemuan internasional lainnya harus dihindari, termasuk perjalanan untuk acara keagamaan. Konferensi internasional di Israel juga harus dihindari," lanjut pengumuman kementerian, yang dikutip dari Jerusalem Post.

    Pada saat yang sama, kementerian mengeluarkan peringatan perjalanan khusus ke Italia, mendesak warga Israel untuk tidak pergi ke sana, dan mengingatkan publik bahwa siapa pun yang kembali dari Italia harus segera memasuki masa isolasi karantina selama 14 hari.

    Wisatawan mengenakan masker pelindung saat menaiki gondola di Venesia, Italia, Ahad, 23 Februari 2020. Warga di Italiatelah memborong persediaan masker untuk melindungi diri dari virus corona. REUTERS/Manuel Silvestri

    Langkah ini dilakukan setelah sejumlah negara lain mengumumkan bahwa mereka telah mengidentifikasi kasus-kasus virus di tanah mereka selama dua hari terakhir, termasuk pengumuman Brasil tentang kasus pertama yang dikonfirmasi di Amerika Latin dan wabah yang tidak terkendali di Jerman, Italia dan negara-negara Eropa lainnya.

    Selasa menandai hari pertama sejak dimulainya wabah bahwa lebih banyak kasus baru dicatat di luar negeri daripada di Cina, yang telah menjadi pusat epidemi.

    Israel telah melarang masuknya warga asing yang telah ke Cina, Hong Kong, Makau, Thailand Singapura, Korea Selatan, dan Jepang dalam 14 hari sebelumnya, untuk menutup diri dari virus Corona.

    Sejauh ini, menurut Times of Israel, hanya ada dua kasus yang dikonfirmasi di Israel. Keduanya berada di kapal pesiar di mana ratusan orang terinfeksi dan sudah dikarantina ketika didiagnosis.

    Namun, selama akhir pekan, Korea Selatan memberi tahu Israel bahwa beberapa anggota kelompok peziarah yang kembali dari kunjungan baru-baru ini ke negara itu diketahui menderita penyakit itu. Empat orang Israel lainnya sedang dirawat di Jepang, di mana mereka didiagnosis memiliki virus ketika masih di kapal. Pada hari Selasa, salah seorang warga Israel diberikan izin untuk meninggalkan rumah sakit.

    Pada hari Sabtu pihak berwenang menginstruksikan sekitar 200 siswa dan guru Israel untuk melakukan karantina karena kontak mereka dengan kelompok peziarah Korea Selatan. Tidak diketahui apakah turis Korea Selatan sudah terinfeksi virus Corona saat berada di Israel.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pedoman WHO Versus Kondisi di Indonesia untuk Syarat New Normal

    Pemerintah Indonesia dianggap belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan WHO dalam menjalankan new normal.