Mahathir Akan Kembali Menjabat Ketua Partai Bersatu

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PM Malaysia Mahathir Mohamad. REUTERS

    PM Malaysia Mahathir Mohamad. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Dr Mahathir Mohamad akan kembali menjabat sebagai ketua partai Partai Pribumi Bersatu Malaysia (PPBM) atau Bersatu setelah berhenti dari jabatan pada Senin.

    Kantor berita Bernama mengutip Sekretaris Jenderal Bersatu Marzuki Yahya membenarkan hal ini, menurut Malaysiakini, 27 Februari 2020.

    Anggota Dewan Agung Bersatu, Datuk Rais Hussin Mohamed Arif mengonfirmasi hal ini.

    "Benar," katanya kepada Malay Mail.

    Kemarin, Mahathir dalam pidatonya mengaku kesal dengan Bersatu karena bersedia bekerja dengan UMNO dan inilah alasan dia mengundurkan diri.

    Perdana Menteri sementara Tun Dr Mahathir Mohamad melambaikan tangan kepada wartawan ketika dia meninggalkan Perdana Putra, 27 Februari 2020.[Shafwan Zaidon/Malaymail]

    Sementara siang ini Raja Malaysia memanggi Mahathir ke Istana untuk membahas polemik politik.

    Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong, Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al- Mustafa Billah Shah, memanggil Mahathir Mohamad pada Kamis untuk bertemu pukul 11.

    Raja juga telah bertemu dengan 222 anggota parlemen terpilih pada Selasa dan Rabu dalam upaya untuk mengakhiri krisis.

    Saluran siaran negara, RTM, sebelumnya juga melaporkan bahwa Hakim Agung Datuk Tengku Maimun Tuan Mat juga dipanggil ke Istana Negara.

    Mahathir, yang setuju untuk bertindak sebagai perdana menteri sementara setelah mengundurkan diri awal pekan ini di tengah manuver politik antara koalisinya dan oposisi, pada hari Rabu mengusulkan pemerintahan terpadu tanpa kesetiaan partai politik.

    Belum diketahui apa yang dibahas antara Mahathir dan Raja Malaysia. Sebelumnya ada spekulasi bahwa Mahathir mungkin memiliki dukungan yang diperlukan untuk membentuk pemerintahan berikutnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.