Kota di Hubei Beri Imbalan Orang yang Lapor Gejala Virus Corona

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pekerja medis terlihat di unit perawatan intensif (ICU) rumah sakit Jinyintan di Wuhan, pusat wabah virus corona Covid-19, di provinsi Hubei, Cina 13 Februari 2020. Sebanyak 1.921 pasien meninggal di provinsi ini. China Daily via REUTERS

    Seorang pekerja medis terlihat di unit perawatan intensif (ICU) rumah sakit Jinyintan di Wuhan, pusat wabah virus corona Covid-19, di provinsi Hubei, Cina 13 Februari 2020. Sebanyak 1.921 pasien meninggal di provinsi ini. China Daily via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah kota di Provinsi Hubei Cina akan membayar penduduk sebanyak 10.000 yuan atau Rp 20 juta jika mereka secara proaktif melaporkan gejala penyakit virus Corona dan dikonfirmasi setelah pengujian.

    Qianjiang, sebuah kota berpenduduk sekitar satu juta orang yang terletak sekitar 150 km dari ibu kota Provinsi Hubei Wuhan, telah melaporkan total 197 kasus terkait dan sedang meningkatkan bantuan untuk memastikan orang-orang yang terisolasi dan dirawat.

    Ini adalah langkah terbaru dari sejumlah daerah untuk menawarkan hadiah uang tunai guna mendorong anggota masyarakat menjadi sukarelawan untuk pemeriksaan kesehatan.

    Hubei telah melaporkan lebih dari 65.000 kasus dan lebih dari 2.600 kematian akibat wabah. Di seluruh dunia, jumlah korban sekitar 2.800 dan sekitar 80.000 telah terinfeksi.

    Petugas medis menggunakan pakaian pelindung saat mengukur suhu seorang wanita saat melakukan door-to-door mencari warga yang terinfeksi virus corona atau COVID-19 di Wuhan, Provinsi Hubei, Cina, 17 Februari 2020. Total korban yang terinfeksi COVID-19 atau virus corona mencapai 72.000 di seluruh dunia. China Daily via REUTERS

    Dikutip dari Reuters, 27 Februari 2020, gugus tugas Qianjiang yang menangani epidemi mengatakan dalam pemberitahuan bahwa penduduk akan berhak atas pembayaran 10.000 yuan penuh (Rp 20 juta) jika diagnosis virus Corona mereka dikonfirmasi. Mereka yang sebelumnya telah didiagnosis tidak akan memenuhi syarat.

    Mereka yang tidak segera dikesampingkan karena menderita penyakit itu akan diberikan 1.000 yuan (Rp 2 juta), sementara mereka yang dinyatakan sebagai kasus "dicurigai" akan mendapat 2.000 yuan (Rp 4 juta).

    Bagian lain dari Hubei, termasuk distrik Wuhan di Hanyang dan kota tetangga Huangguang, juga menawarkan hadiah uang tunai bagi orang-orang yang secara sukarela melakukan pemeriksaan medis, tetapi dengan imbalan yang jauh lebih rendah sekitar 500 yuan atau Rp 1 juta.

    Media di provinsi Jiangxi dan Hebei juga telah melaporkan kota-kota setempat menawarkan imbalan sekitar 300-500 yuan (Rp 500 ribu sampai 1 juta).

    Cina sebelumnya telah menegaskan bahwa orang yang menunjukkan tanda-tanda infeksi akan dapat diperiksa secara gratis, dan juga telah menyediakan dana bagi pemerintah daerah untuk memastikan tidak ada halangan keuangan yang mencegah orang untuk maju melakukan tes virus Corona.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pedoman WHO Versus Kondisi di Indonesia untuk Syarat New Normal

    Pemerintah Indonesia dianggap belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan WHO dalam menjalankan new normal.