Virus Corona, Monyet di Thailand Sepi Kunjungan Turis

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Monyet-monyet di Songkhla, Thailand, kelaparan karena sepi pengunjung yang memberikan mereka makan, dampak virus corona. Sumber: The Nation/Asia News Network/asiaone.com

    Monyet-monyet di Songkhla, Thailand, kelaparan karena sepi pengunjung yang memberikan mereka makan, dampak virus corona. Sumber: The Nation/Asia News Network/asiaone.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Dampak virus Corona (COVID-19) tak hanya menyerang masyarakat di penjuru dunia namun juga hewan primata liar di Provinsi Songkhla, Thailand. Monyet-monyet yang ada di provinsi itu yang rata-rata berat badannya hanya tujuh kilogram terlihat mengalami krisis makanan yang biasanya diperoleh dari para turis. 

    Monyet-monyet yang berkeliaran namun tidak membahayakan pengunjung itu biasanya makan pisang dan jenis buah-buahan lainnya. Akan tetapi, semenjak geger virus corona, turis asing yang kebanyakan berasal dari Malaysia dan Singapura tak terlihat mengunjungi wisata Songkhla, Thailand tersebut.

    Ilustrasi dari Wildlife Conservation Society ini memperlihatkan subspesies monyet tamarin Saddleback dari pegunungan Amazon Basin.

    Penurunan jumlah kunjungan turis asing dipicu khawatir penyebaran virus corona yang mematikan. Akibatnya, hewan primata di sana tak lagi mendapat sumber pangan yang layak. 

    Para pedagang buah di sekitar lokasi yang tak tega melihat monyet-monyet kelaparan memberikan semangka, tomat, dan jenis buah lainnya untuk primata malang itu. Sementara pengunjung lokal berusaha memberi makan monyet-monyet itu dengan jagung. 

    Masyarakat lokal telah meminta pihak berwenang di Songkhla untuk memelihara dan merawat monyet-monyet tersebut, mengingat para spesies primata itu merupakan salah satu objek wisata paling populer yang sangat menguntungkan provinsi Songkhla.

    SAFIRA ANDINI | ASIAONE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pedoman WHO Versus Kondisi di Indonesia untuk Syarat New Normal

    Pemerintah Indonesia dianggap belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan WHO dalam menjalankan new normal.