Cara Unik Cegah Virus Corona, Warga Iran Gunakan Salam Kaki

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang perempuan Iran berjalan mengenakan masker pelindung untuk mencegah tertular virus Corona di Grand Bazaar di Teheran, Iran, 20 Februari 2020. [WANA/Reuters]

    Seorang perempuan Iran berjalan mengenakan masker pelindung untuk mencegah tertular virus Corona di Grand Bazaar di Teheran, Iran, 20 Februari 2020. [WANA/Reuters]

    TEMPO.CO, Jakarta - Warga Iran punya cara unik untuk meminimalisir tertular virus Corona COVID-19, yakni dengan salam kaki daripada salam menggunakan tangan.

    Iran adalah negara dengan kematian tertinggi kedua di dunia setelah Cina. Video yang memperlihatkan warga Iran melakukan salam kaki viral.

    Dikutip dari Albawaba, 26 Februari 2020, video Twitter yang dibagikan jurnalis Irak untuk Middle East Eye memperlihatkan seorang pria yang mendatangi dua temannya. Alih-alih berjabat tangan, mereka bersalaman dengan menggunakan kaki.

    Ketika Iran berjuang mengendalikan penyebaran virus Corona, wakil menteri kesehatan Iran dinyatakan positif virus Corona baru di tengah wabah yang membunuh 15 orang di Iran.

    Iraj Harirchi batuk sesekali dan tampak berkeringat saat konferensi pers di Teheran pada hari Senin dengan juru bicara pemerintah Ali Rabiei, dikutip dari Al Jazeera.

    Dalam sebuah video yang disiarkan di televisi pemerintah, wakil menteri mengakui dirinya terinfeksi.

    "Saya juga telah terinfeksi virus Corona," kata Harirchi dalam video yang tampaknya diambil sendiri. "Saya mengalami demam tadi malam dan tes pendahuluan saya positif keluar sekitar tengah malam," katanya.

    "Sejak itu saya sudah mengisolasikan diri saya di suatu tempat. Beberapa menit yang lalu, saya diberi tahu bahwa tes akhirku sudah final, dan sekarang saya mulai minum obat."

    Seorang anggota parlemen Iran yang mewakili dapil Teheran juga dinyatakan positif, menurut laporan Reuters.

    "Tes virus Corona saya positif ... Saya tidak memiliki banyak harapan untuk melanjutkan kehidupan di dunia ini," tulis Mahmoud Sadeghi di Twitter.

    Dalam pesan yang sama, ia meminta kepala peradilan Iran untuk membebaskan tahanan politik untuk mencegah mereka dari infeksi dan untuk memungkinkan mereka menghabiskan waktu bersama keluarga mereka di tengah wabah virus Corona.

    Iran mengatakan pada hari Senin ada 900 kasus suspek virus Corona, menampik klaim anggota parlemen dari Qom yang mengatakan 50 orang telah tewas di kota itu, yang menjadi pusat penyebaran wabah virus Corona di Iran.

    Para pejabat menolak klaim bahwa korban tewas jauh lebih tinggi dari yang dilaporkan dan berusaha mengecilkan bahaya wabah. Sampai hari Selasa, para pejabat Iran mengatakan ada 95 kasus yang dikonfirmasi dan 15 kematian akibat virus Corona.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.