Arab Saudi Resmikan Liga Sepak Bola Perempuan Pertama

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah wanita Arab Saudi saat menyaksikan pertandingan sepak bola antara Al-Ahli melawan Al-Batin di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, Arab Saudi, 12 Januari 2018. REUTERS/Reem Baeshen

    Sejumlah wanita Arab Saudi saat menyaksikan pertandingan sepak bola antara Al-Ahli melawan Al-Batin di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, Arab Saudi, 12 Januari 2018. REUTERS/Reem Baeshen

    TEMPO.CO, Jakarta - Arab Saudi meresmikan liga sepak bola untuk perempuan untuk pertama kalinya. Langkah ini sebagai pelonggaran atas beberapa aturan ketat terhadap perempuan yang tinggal di negara ultra konservatif itu.

    Arab Saudi sebelumnya telah mendapat tekanan dari berbagai organisasi yang mengatur kegiatan olahraga agar mengizinkan perempuan ikut andil dalam kegiatan olahraga internasional. Bahkan sampai saat ini, sebagian perempuan di Arab Saudi dilarang untuk berpartisipasi dalam kegiatan olahraga publik.

    Namun, peresmian liga sepak bola baru tersebut bisa dikatakan sebagai langkah awal untuk memperoleh kesetaraan gender di Arab Saudi.

    "Peresmian Liga Sepak Bola Perempuan Arab Saudi merupakan langkah besar untuk masa depan negara kita, kesehatan kita, masa muda, dan ambisi kita untuk melihat para atlet diakui akan kemampuan mereka sepenuhnya," kata Pangeran Khaled bin Alwaleed bin Talal Al Saud, presiden bidang Olahraga Arab Saudi untuk Semua Federasi (SFA) pada Senin, dikutip dari CNN, 26 Februari 2020.

    Sejumlah wanita Arab Saudi membawa atribut saat menyaksikan pertandingan sepak bola antara Al-Ahli melawan Al-Batin di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, Arab Saudi, 12 Januari 2018. Kaum perempuan akan duduk di bagian yang dikhususkan untuk perempuan dan keluarga. REUTERS/Reem Baeshen

    Arab Saudi belum pernah memiliki tim sepak bola nasional yang berlaga di Piala Dunia Perempuan, meskipun negara itu pernah mengirim tim perempuan dalam kompetisi futsal regional tahun lalu.

    Salah satu alasan mengapa Arab Saudi menolak seruan agar perempuan diizinkan untuk berlaga di internasional adalah larangan mengenakan jilbab yang diberlakukan oleh badan sepak bola FIFA pada 2007, meskipun larangan itu telah dicabut pada 2012.

    Liga baru ini bukan bagian dari federasi sepak bola nasional Arab Saudi, yang mencakup banyak liga dan program pemuda untuk pria dan remaja laki-laki. Menurut pernyataan SFA, liga perempuan akan dibentuk dari babak penyisihan yang akan menentukan juara regional, kemudian akan lanjut ke babak sistem gugur dan bersaing untuk Piala Champions Liga Sepak Bola Perempuan.

    Sebagian besar pertandingan di musim pertama liga sepak bola perempuan Arab Saudi akan berlangsung di Riyadh, Jeddah dan Damman.

    SAFIRA ANDINI | CNN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pedoman WHO Versus Kondisi di Indonesia untuk Syarat New Normal

    Pemerintah Indonesia dianggap belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan WHO dalam menjalankan new normal.