Kepala Ahli WHO Sebut Negara Dunia Tidak Siap Hadapi Virus Corona

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para petugas medis dari Provinsi Jiangsu bekerja di sebuah bangsal Unit Perawatan Intensif (Intensive Care Unit/ICU) Rumah Sakit Pertama Kota Wuhan di Wuhan, Provinsi Hubei, China, 22 Februari 2020. Korban tewas karena virus corona di China mencapai 2.592 orang. Xinhua/Xiao Yijiu

    Para petugas medis dari Provinsi Jiangsu bekerja di sebuah bangsal Unit Perawatan Intensif (Intensive Care Unit/ICU) Rumah Sakit Pertama Kota Wuhan di Wuhan, Provinsi Hubei, China, 22 Februari 2020. Korban tewas karena virus corona di China mencapai 2.592 orang. Xinhua/Xiao Yijiu

    TEMPO.COJenewa – Kepala tim ahli dari Lembaga Kesehatan Dunia atau WHO, Bruce Aylward, mengatakan negara di dunia saat ini tidak siap untuk menangani penyebaran virus Corona atau COVID-19.

    Ini terlihat dari merebaknya wabah ini secara mendadak di sejumlah negara di Asia, Eropa, dan Timur Tengah. Pada saat yang sama, terjadi penurunan jumlah infeksi baru di Cina.

    “Anad harus bersiap mengatasi masalah ini dalam skala yang lebih luas. Itu harus dilakukan secara cepat,” kata Aylward seperti dilansir Channel News Asia pada Rabu, 26 Februari 2020.

    Aylward melanjutkan,”Semua negara harus bersiap seakan-akan penyebaran virus Corona ini akan terjadi di negaranya masing-masing besok.”

    Sejumlah kota di berbagai dunia seperti Kota Wuhan, Provinsi Hubei, di Cina, Qom di Iran dan Kota Daegu di Korea Selatan mengalami penutupan untuk mencegah penyebaran virus Corona ini.

    Sedangkan sejumlah hotel di Canary Island dan Austria juga ditutup karena ada dugaan terjadinya penyebaran virus Corona.

    Otoritas Iran melaporkan ada 15 orang meninggal akibat infeksi virus Corona ini dari total sekitar 100 kasus infeksi. Wakil Menteri Kesehatan Iran, Iraj Harirchi, juga mengaku terinfeksi virus ini.

    Virus Corona ini menyebar dari pasar hewan liar di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Cina bagian tengah sejak Desember 2020. Seperti dilansir Reuters, ada sekitar 2.600 orang meninggal dunia dan menginfeksi sekitar 77 ribu orang di Cina. Sedangkan di berbagai negara, ada sekitar 40 kasus korban meninggal dan 2.700 kasus infeksi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akhir Cerita Cinta Glenn Fredly

    Glenn Fredly mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu, 8 April 2020 di RS Setia Mitra, Jakarta. Glenn meninggalkan cerita cinta untuk dikenang.