Raja Malaysia Minta Pendapat Parlemen Usai Mahathir Mundur

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Raja Malaysia Sultan Abdullah Sultan Ahmad Shah. REUTERS

    Raja Malaysia Sultan Abdullah Sultan Ahmad Shah. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong, Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al- Mustafa Billah Shah telah mewawancarai 90 dari 222 anggota parlemen keseluruhan pada Selasa setelah pengunduran diri Perdana Menteri Mahathir Mohamad.

    Proses wawancara pribadi ini berlangsung di Istana Negara kemarin dan berakhir sekitar pukul enam sore.

    Al-Sultan Abdullah menyetujui untuk melakukan wawancara pribadi dengan 222 anggota parlemen untuk menunjuk perdana menteri baru Negeri Jiran tersebut. Hingga kemarin, baru 90 anggota parlemen yang diwawancara, sementara 132 anggota sisanya akan melakukan wawancara hari ini, dikutip dari Malaymail, 26 Februari 2020.

    Sesi wawancara berlangsung pukul 2.30 waktu setempat dan setiap anggota parlemen diberikan waktu masing-masing tiga menit untuk wawancara dengan Raja Malaysia yang disaksikan oleh Kepala Sekretaris Negara, Datuk Seri Mohd Zuki Ali.

    Wawancara ini dilakukan sesuai dengan Pasal 43 ayat 2 Konstitusi Federal, di mana Raja harus menunjuk perdana menteri untuk memimpin kabinet dan anggota parlemen.

    Al-Sultan Abdullah telah menyetujui untuk melakukan wawancara satu demi satu dengan 222 anggota parlemen untuk menemukan solusi terbaik bagi perkembangan politik Malaysia, 25 Februari 2020.[Miera Zulyana/Malaymail]

    Anggota parlemen yang ditemui oleh wartawan mengatakan Raja telah meminta pendapat anggota parlemen untuk menunjuk perdana menteri baru atau membubarkan parlemen.

    "Kami telah membuat pilihan kami, namun,keputusan akhir tetap ada di tangan Yang Mulia," kata anggota parlemen Kuala Kurau, Datuk Seri Ismail Mohamed Said.

    Sebelumnya pada hari itu, juru bicara Istana Negara Ahmad Fadil Shamsuddin mengatakan wawancara dilakukan untuk mendapatkan opini dari anggota parlemen tentang situasi politik negara saat ini.

    Anggota Parlemen Petra Jaya Datuk Seri Fadillah Yusof mengatakan tidak ada diskusi detail selama pertemuan tiga menit itu, dan dia hanya diminta menandatangani formulir yang disediakan.

    "Saya mengikuti sesuai prosedur. Masing-masing dari kami diberi dua hingga tiga menit untuk wawancara. Tidak ada (diskusi), hanya menandatangani formulir sajau," jelasnya.
    Anggota Parlemen Air Hitam Seri Dr Wee Ka Siong mengatakan bahwa dia akan menghormati setiap keputusan yang diambil oleh Sultan Abdullah.

    Awak media telah menetap di depan pintu masuk Istana Negara setelah Tun Dr Mahathir Mohammad mengumumkan pengunduran dirinya sebagai perdana menteri pada Senin, 24 Februari 2020. Mahathir kemudian diangkat sebagai perdana menteri sementara sampai perdana menteri definitif terpilih.

    SAFIRA ANDINI | MALAYMAIL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akhir Cerita Cinta Glenn Fredly

    Glenn Fredly mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu, 8 April 2020 di RS Setia Mitra, Jakarta. Glenn meninggalkan cerita cinta untuk dikenang.