3 Negara Jadi Pusat Penyebaran Virus Corona Terbesar di Luar Cina

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas medis membawa pasien terinfeksi virus corona di Chuncheon, Korea Selatan, 22 Februari 2020. Sebanyak 7 orang meninggal akibat virus corona dan ratusan lainnya terinfeksi. Yonhap via REUTERS

    Petugas medis membawa pasien terinfeksi virus corona di Chuncheon, Korea Selatan, 22 Februari 2020. Sebanyak 7 orang meninggal akibat virus corona dan ratusan lainnya terinfeksi. Yonhap via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Korea Selatan, Iran, dan Italia menjadi klaster penyebaran virus Corona (COVID-19) tertinggi di luar Cina daratan. Hal ini diperkuat dengan melonjaknya kasus dan angka kematian yang berhasil dikonfirmasi oleh masing-masing negara pada Senin, 24 Februari 2020.

    Korea Selatan menjadi negara pertama di luar Cina daratan dengan infeksi virus COVID-19 terbesar dan membuat presiden Moon Jae-in memberikan status siaga tinggi, setelah adanya kasus virus Corona yang menyebarluas di sebuah komunitas gereja kota Daegu. Lonjakan kasus akibat wabah hingga Senin kemarin tercatat sebanyak 833 dan delapan orang meninggal.

    Pejabat Korea Selatan pun akan melakukan upaya besar dalam menangani wabah mematikan itu, utamanya di Daegu yang diyakini sebagai sumber penyebaran virus di negaranya.

    Iran dan Italia juga memperlihatkan kondisi yang memprihatinkan setelah virus Corona mengganas di wilayah mereka.

    Dikutip dari CNN, 25 Februari 2020, menurut laporan kementrian kesehatan Iran pada Senin, sebanyak 61 kasus virus Corona dikonfirmasi dan total kematian mencapai 12 orang.

    Seorang perempuan Iran berjalan mengenakan masker pelindung untuk mencegah tertular virus Corona di Grand Bazaar di Teheran, Iran, 20 Februari 2020. [WANA/Reuters]

    Iran menjadi negara dengan korban meninggal virus terbanyak, yakni 50 orang di kota Qom, Teheran Selatan, sementara 250 warga kotanya sedang menjalani karantina. Iran saat ini sedang darurat virus Corona sehingga sejumlah sekolah terpaksa diliburkan untuk menekan penyebaran wabah yang dikhawatirkan makin meluas.

    Otoritas Italia mengumumkan negaranya sedang darurat virus COVID-19 setelah diketahui Italia menjadi negara pertama di wilayah Eropa dengan infeksi virus Corona terbesar. Hal ini membuat pejabat setempat membatalkan acara karnaval di Venesia, untuk menghindari penyebaran virus. Karantina pun diberlakukan di sejumlah wilayah Italia terutama di kota Lombardy dan Veneto. Hingga saat ini Italia mencatat sebanyak 229 kasus dan tujuh kematian akibat wabah yang melanda negerinya.

    Wisatawan mengenakan masker pelindung saat menaiki gondola di Venesia, Italia, Ahad, 23 Februari 2020. Warga di Italiatelah memborong persediaan masker untuk melindungi diri dari virus corona. REUTERS/Manuel Silvestri

    Kasus virus Corona yang banyak menginfeksi warga Cina daratan hingga hari ini mencatat sebanyak lebih dari 77.000 kasus dan jumlah kematian menembus angka 2.600.

    Adapun tiga wilayah di Eropa hingga Timur Tengah seperti Kuwait, Bahrain, dan
    Afganistan, yang melaporkan kasus COVID-19 pertamanya pada Senin, 24 Februari 2020. Diduga mereka yang positif terjangkit penyakit adalah wisatawan yang baru berpulang dari Iran, negara yang telah lebih dulu terjangkit virus Corona.

    SAFIRA ANDINI | CNN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pedoman WHO Versus Kondisi di Indonesia untuk Syarat New Normal

    Pemerintah Indonesia dianggap belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan WHO dalam menjalankan new normal.