Eks Junta Thailand Dituduh Bantu Tutupi Skandal 1MDB Malaysia

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri Thailand, Prayuth Chan-ocha menghadiri KTT ASEAN ke-27 di Kuala Lumpur, Malaysia, 21 November 2015. REUTERS

    Perdana Menteri Thailand, Prayuth Chan-ocha menghadiri KTT ASEAN ke-27 di Kuala Lumpur, Malaysia, 21 November 2015. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Partai oposisi Thailand yang telah dibubarkan mengungkap tentang keterlibatan mantan junta militer melindungi tersangka skandal mega korupsi 1MDB di Malaysia.

    Juru bicara Future Forward, partai oposisi yang dua hari lalu dibubarkan, Pannika Wanich mengatakan di hadapan wartawan pada hari Minggu, 23 Februari 2020, junta membantu mantan pemerintah Malaysia dalam mega skandal 1MDB dengan menangkap pengungkap aib, whistleblower, mega skandal 1MDB pada tahun 2015.

    Pannieka mengatakan, Thailand menangkap Xavier Justo warga Swiss sebagai whistleblower pertama kasus mega skandal 1MDB.

    Pemerintah Thailand juga membolehkan Low Taek Jho atau dikenal sebagai Jho Low untuk masuk ke Thailand sedikitnya sebanyak 5 kali antara Oktober 2016 hingga Mei 2018. Padahal Singapura telah memasukkan Jho Low, salah satu tersangka mega skandal 1MDB yang kini berstatus buron, dalam daftar buronan Interpol.

    "Orang satu-satunya yang dapat mengeluarkan perintah ini adalah Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha," kata Pannika.

    Jho Low telah didakwa di Malaysia dan Amerika Serikat atas tuduhan merampok dana program 1MDB sebesar US$ 4,5 miliar. Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak bekerja sama dengan Jho Low mendirikan program 1MDB untuk mendorong pembangunan ekonomi Malaysia.

    Mega skandal 1MDB telah menyeret Najib Razak ke pengadilan. Sementara Jho Low masih diburu dan kabar terbaru dia terlihat di Wuhan, Cina.

    Pernyataan Future Forward dibantah oleh pemerintah Thailand dengan mengancam akan memperkarakan partai itu karena memberikan pernyataan salah.

    "Tudingan ini tidak benar.. dan menciptakan kebingungan di masyarakat. Pernyataan apa saja yang salah akan dilakukan tindakan hukum," kata juru bicara pemerintah Thailand Narumon Pinyosinwat sebagaimana dilaporkan Asia One, 24 Februari 2020.

    Menurut Future Forward, pihaknya akan melakukan penyelidikan korupsi dan pencucian uang terkait mega skandal 1MDB andai berada di pemerintahan.

    "Andai kami di pemerintahan, kami akan menyelidiki. Kami ingin pemerintah bertanggung jawab pada tetangga dan bertindak secara bermartabat," ujarnya seraya menegaskan, masyarakat dapat menuntut kebenaran dari kasus 1MDB.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.