Virus Corona Pertama Ditemukan di Kuwait, Bahrain, Afganistan

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kompleks pemakaman Masoumeh di Qom, kota terbesar kedelapan di Iran. Qom adalah pusat penyebaran virus Corona di Iran.[Twitter/Radio Farda]

    Kompleks pemakaman Masoumeh di Qom, kota terbesar kedelapan di Iran. Qom adalah pusat penyebaran virus Corona di Iran.[Twitter/Radio Farda]

    TEMPO.CO, Jakarta - Wabah virus Corona untuk pertama kali ditemukan di Kuwait, Bahrain dan Afganistan.

    Kementrian kesehatan Kuwait pada Senin, 24 Februari 2020 mengkonfirmasi kasus pertama virus Corona (COVID-19) yang melanda wilayahnya. Kuwait melaporkan tiga kasus infeksi wabah.

    Warga yang terjangkit virus Corona tersebut diduga telah melakukan perjalanan dari Iran. Iran saat ini menjadi negara di Timur Tengah dengan lonjakan kasus COVID-19 tertinggi dengan 47 kasus terinfeksi virus Corona dan 12 orang meninggal.

    Menurut Kementerian Kesehatan Kuwait, tiga kasus yang menginfeksi Kuwait termasuk 700 orang yang berhasil dievakuasi dari kota Mashhad, Iran pada pekan lalu.

    Berdasarkan informasi resmi, ketiga orang yang terjangkit itu di antaranya; pria Kuwait (53), warga Arab Saudi (61), warga asal Arab (21).

    "Tes dilakukan kepada mereka yang kembali dari Mashhad, Iran dan terbukti ada tiga orang yang positif terjangkit virus Corona. Ketiga kasus tersebut telah berada di bawah pengawasan otoritas kesehatan yang berwenang, " ungkap pihak kementerian melalui pernyataan tertulis di Twitter.

    Kementerian Kesehatan Bahrain melaporkan kasus COVID-19 pertama di wilayahnya pada hari ini setelah seorang warga Bahrain yang tiba dari Iran diduga terkena virus berdasarkan gejala yang muncul. Pasien tersebut telah dipindahkan ke pusat medis untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.

    Iran sering dikunjungi oleh ribuan Muslim Syiah Bahrain dan Kuwait untuk ziarah ke tempat-tempat suci, namun setelah adanya lonjakan wabah yang cukup tinggi di negara itu sejumlah negara tetangga seperti Pakistan, Afganistan, dan Turki pun melarang warganya bepergian ke sana. Pekan lalu, Kuwait juga memberlakukan larangan masuk seluruh kapal dari Iran dan melarang penerbangan dari dan menuju negara itu.

    Irak juga telah menutup perbatasan Safwan dengan Kuwait untuk para wisatawan dan pedagang atas permintaan Kuwait, ungkap walikota setempat kepada Reuters pada Senin, 24 Februari 2020.

    Menteri Kesehatan Publik Ferozuddin Feroz mengatakan di Kabul bahwa satu dari tiga orang yang diduga terinfeksi virus Corona dinyatakan positif terjangkit virus. Dia tinggal di kota Herat.

    Ferozuddin kemudian mengumumkan status darurat di Herat yang berbatasan dengan Iran.

    "Saya meminta orang-orang untuk tetap di rumah dan melarang pergerakan mereka," kata Ferozuddin merujuk pada wilayah perbatasan, sebagaimana dilaporkan Channel News Asia, 24 Februari 2020.

    Tiga terduka terkena virus Corona di Herat baru-baru ini kembali dari Iran. Afganistan juga telah mengeluarkan larangan masuk pengunjung dari Iran untuk mencegah penularan virus Corona.

    SAFIRA ANDINI | CHANNEL NEWS ASIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pedoman WHO Versus Kondisi di Indonesia untuk Syarat New Normal

    Pemerintah Indonesia dianggap belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan WHO dalam menjalankan new normal.