Anwar Ibrahim Mengaku Dikhianati Mitra Koalisi Pakatan Harapan

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad (kiri) dan mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menyaksikan perayaan Hari Merdeka ke-61 di Putrajaya, Malaysia, Jumat, 31 Agustus 2018. Pada 31 Agustus 1957, pukul 09.30, deklarasi Hari Merdeka dibacakan Ketua Menteri Malaya pertama, Tunku Abdul Rahman, di Stadion Merdeka, yang dihadiri ribuan orang, antara lain para penguasa Melayu, anggota pemerintahan federal, dan tamu asing. (AP Photo)

    Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad (kiri) dan mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menyaksikan perayaan Hari Merdeka ke-61 di Putrajaya, Malaysia, Jumat, 31 Agustus 2018. Pada 31 Agustus 1957, pukul 09.30, deklarasi Hari Merdeka dibacakan Ketua Menteri Malaya pertama, Tunku Abdul Rahman, di Stadion Merdeka, yang dihadiri ribuan orang, antara lain para penguasa Melayu, anggota pemerintahan federal, dan tamu asing. (AP Photo)

    TEMPO.COKuala Lumpur – Presiden Partai Keadilan Rakyat, Anwar Ibrahim, mengatakan dia dikhianati oleh mitra koalisi di Pakatan Harapan.

    PH merupakan koalisi dari empat partai yaitu PKR, Partai Pribumi Bersatu Malaysia, Partai Aksi Demokratik, dan Partai Amanah Nasional.

    Pernyataan ini muncul di tengah spekulasi bakal adanya pemerintahan baru yang digagas koalisi baru yaitu Partai Pribumi, UMNO, Partai Islam Se-Malaysia, dan beberapa partai lainnya.

    “Ini melibatkan bekas teman kita dari Partai Bersatu, dan sekelompok kecil politikus PKR,” kata Anwar Ibrahim dari rumahnya lewat siaran langsung Facebook Live seperti dilansir Channel News Asia pada 23 Februari 2020.

    Anwar melanjutkan,”Mereka telah bertemu dengan raja pada malam ini tapi tidak ada pengumuman yang dibuat.”

    Anwar Ibrahim merupakan calon yang disepakati Pakatan Harapan untuk menggantikan PM Mahathir saat koalisi partai itu dibuat untuk memenangkan pemilu Malaysia Mei 2018.

    Namun, kesepakatan itu tidak mencantumkan waktu yang definitif kapan pergantian itu akan berlangsung. Awalnya, Mahathir mengatakan siap mundur setelah digelarnya pertemuan tingkat tinggi ekonomi pada akhir tahun ini di Malaysia.

    Anwar Ibrahim, seperti dilansir Malay Mail, berencana untuk bertemu dengan raja Malaysia pada Senin ini untuk membicarakan perkembangan terbaru politik Malaysia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pedoman WHO Versus Kondisi di Indonesia untuk Syarat New Normal

    Pemerintah Indonesia dianggap belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan WHO dalam menjalankan new normal.