Kereta di Australia Tergelincir, 2 Tewas

Sebuah kereta lintas kota di Australia tergelincir pada Kamis, 20 Februari 2020. Sumber: Twitter/DrScottRickard/asiaone.com

TEMPO.CO, Jakarta - Dua orang tewas ketika sebuah kereta lintas kota di Australia pada Kamis, 20 Februari 2020, tergelincir. Tim medis mengatakan cukup banyak yang terluka dan mereka sedang memeriksa penumpang mengalami cedera. 

Penyebab tergelincirnya kereta masih diselidiki. 

Dikutip dari asiaone.com, layanan gawat darurat Australia mengatakan kereta yang tergelincir itu bergerak dari Melbourne menuju Sydney dan jalur kereta tergelincir saat berada di dekat Kota Wallan. Kepolisian mengkonfirmasi ada dua orang tewas dalam kecelakaan itu.

Pengelola Ambulance di Victoria, Australia, mengatakan satu penumpang dalam musibah itu diterbangkan ke Kota Melbourne dengan ambulan udara. Sedang empat orang korban luka lainnya dalam kondisi stabil, namun masih di rawat di rumah sakit. 

“Banyak penumpang yang sedang diperiksa, namun kami yakin mereka tidak mengalami luka serius,” tulis Ambulance Victoria. 

Beberapa unggahan di media sosial memperlihatkan beberapa gerbong miring ke salah satu sisi kereta. Media lokal melaporkan ada sekitar 160 penumpang di dalam kereta saat kecelakaan terjadi atau sekitar pukul 7.45 malam. Lebih dari 20 kendaraan gawat darurat dikirim ke lokasi kejadian.






10 Hal yang Sebaiknya Tak Dilakukan Penumpang Pesawat Saat Terbang

15 jam lalu

10 Hal yang Sebaiknya Tak Dilakukan Penumpang Pesawat Saat Terbang

Ada hal-hal yang sebaiknya tidak dilakukan oleh penumpang pesawat karena bisa mengganggu pramugari atau awak pesawat.


Delegasi B20 KADIN ke Australia untuk Perkuat Ekonomi Australia-Indonesia

1 hari lalu

Delegasi B20 KADIN ke Australia untuk Perkuat Ekonomi Australia-Indonesia

Delegasi B20 KADIN pada akhir Agustus 2022 melakukan kunjungan kerja ke Australia untuk memperkuat hubungan ekonomi Australia-Indonesia


Pemimpin Iran Tertinggi Pertama Kali Komentari Kematian Mahsa Amini

1 hari lalu

Pemimpin Iran Tertinggi Pertama Kali Komentari Kematian Mahsa Amini

Pemimpin Iran tertinggi Ayatollah Ali Khamenei pada Senin, 3 Oktober 2022, mengutarakan kesedihan atas kematian Mahsa Amini.


Piala Dunia 2022: Profil Timnas Tunisia, Kuda Hitam di Grup D

2 hari lalu

Piala Dunia 2022: Profil Timnas Tunisia, Kuda Hitam di Grup D

Timnas Tunisia akan bersaing dengan Denmark, Prancis, dan Australia di Grup D Piala Dunia 2022.


Australia Selamatkan 16 Wanita dan 42 Anak-anak dari Kamp ISIS di Suriah

2 hari lalu

Australia Selamatkan 16 Wanita dan 42 Anak-anak dari Kamp ISIS di Suriah

Banyak wanita dan anak-anak warga negara Australia di kamp pengungsi ISIS di Suriah.


Bos INKA Curhat Ribuan Kereta Uzur: Angkutan Penumpang Biasanya Kurang Feasible

4 hari lalu

Bos INKA Curhat Ribuan Kereta Uzur: Angkutan Penumpang Biasanya Kurang Feasible

Direktur Utama PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA Budi Noviantoro menceritakan saat ini ada ribuan kereta yang umurnya terlampau tua atau uzur


Budi Karya Sebut Enam Bupati Jamin Okupansi Penumpang di Bandara Soedirman Purbalingga

4 hari lalu

Budi Karya Sebut Enam Bupati Jamin Okupansi Penumpang di Bandara Soedirman Purbalingga

Budi Karya Sumadi menyampaikan bahwa Bandara Jenderal Besar Soedirman di Purbalingga, Jawa Tengah siap melayani kembali penerbangan komersial.


Australia Hapus Wajib Isolasi Mandiri Covid-19, Ahli Kesehatan Khawatir

5 hari lalu

Australia Hapus Wajib Isolasi Mandiri Covid-19, Ahli Kesehatan Khawatir

Australia akan menghapus wajib isolasi mandiri di rumah lima hari untuk orang yang terinfeksi Covid-19, yang membuat ahli kesehatan khawatir


Protes Tarif Angkutan Penyeberangan Naik 11 Persen, Pengusaha Khawatir Berpengaruh terhadap Keselamatan

6 hari lalu

Protes Tarif Angkutan Penyeberangan Naik 11 Persen, Pengusaha Khawatir Berpengaruh terhadap Keselamatan

Gapasdap menyebut kenaikan tarif angkutan penyeberangan yang mesti ditetapkan Kemenhub adalah sebesar 43 persen.


Aung San Suu Kyi dan Penasihat asal Australia Dihukum 3 Tahun

6 hari lalu

Aung San Suu Kyi dan Penasihat asal Australia Dihukum 3 Tahun

Pengadilan Myanmar menghukum pemimpin terguling Aung San Suu Kyi dan mantan penasihat ekonominya, Sean Turnell dari Australia, 3 tahun penjara