Korea Selatan Temukan 142 Kasus Baru Virus Corona

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pemilik toko mengenakan masker untuk mencegah tertular virus Corona, ketika menunggu seorang pelanggan di jalan perbelanjaan Dongseong-ro di pusat Daegu, Korea Selatan 21 Februari 2020. [REUTERS / Kim Hong-Ji]

    Para pemilik toko mengenakan masker untuk mencegah tertular virus Corona, ketika menunggu seorang pelanggan di jalan perbelanjaan Dongseong-ro di pusat Daegu, Korea Selatan 21 Februari 2020. [REUTERS / Kim Hong-Ji]

    TEMPO.CO, Jakarta - Korea Selatan melaporkan 142 kasus baru pada Sabu menjadikan total kasus di negeri ini 346.

    Jumlah infeksi COVID-19 telah meningkat dalam beberapa hari terakhir, dengan sebagian besar infeksi baru dilacak ke Rumah Sakit Daenam di daerah tenggara Cheongdo dan sekte gereja Kristen kecil di kota tenggara Daegu, menurut The Korea Times, 22 Februari 2020.

    Dari 142 kasus baru, 92 terkait dengan Rumah Sakit Daenam, di mana kematian pertama Korea Selatan terjadi, kata Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KCDC).

    Seorang perempuan mengenakan masker menaiki tangga di stasiun kereta bawah tanah di Seoul, Korea Selatan, 20 Februari 2020. [REUTERS / Heo Ran]

    Seorang pria berusia 63 tahun, yang meninggal karena pneumonia di rumah sakit pada hari Rabu, dinyatakan positif mengidap virus tersebut.

    Pada hari Jumat, pasien lain di rumah sakit yang sama meninggal karena COVID-19, kematian kedua akibat virus.

    Badan kesehatan masyarakat Korea Selatan mengatakan 38 kasus baru terkait dengan sekte Kristen minor yang dikenal sebagai Sincheonji di Daegu, sekitar 300 kilometer tenggara Seoul, dan provinsi tetangga, Gyeongsang Utara.

    Lebih dari 100 pasien virus telah dilacak ke layanan gereja.

    Pada hari Jumat, Korea Selatan menyatakan bahwa Daegu dan daerahnya yang berdekatan Cheongdo adalah "zona perawatan khusus" karena sekelompok kasus virus Corona telah dilaporkan di sana dalam beberapa hari terakhir.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pedoman WHO Versus Kondisi di Indonesia untuk Syarat New Normal

    Pemerintah Indonesia dianggap belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan WHO dalam menjalankan new normal.