Amerika Siap Tutup Bisnis dan Sekolah Jika Virus Corona Menyebar

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Orang-orang memakai masker di Chinatown setelah pecahnya wabah virus Corona COVID-19, di Chicago, Illinois, 30 Januari 2020 di AS. [REUTERS / Kamil Krzaczynski]

    Orang-orang memakai masker di Chinatown setelah pecahnya wabah virus Corona COVID-19, di Chicago, Illinois, 30 Januari 2020 di AS. [REUTERS / Kamil Krzaczynski]

    TEMPO.CO, Jakarta - Pejabat kesehatan AS pada Jumat mengatakan bahwa mereka sedang mempersiapkan kemungkinan penyebaran virus Corona atau COVID-19 yang akan memaksa penutupan sekolah dan bisnis.

    Sejauh ini Amerika Serikat belum menemui penyebaran virus di tengah masyarakat. Tetapi otoritas kesehatan sedang mempersiapkan tenaga medis untuk risiko ini, kata Nancy Messonnier, seorang pejabat Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), dikutip dari Reuters, 22 Februari 2020.

    Dalam beberapa minggu mendatang, jika virus mulai menyebar di AS, otoritas kesehatan ingin mengadopsi penutupan sekolah dan bisnis seperti yang dilakukan di negara-negara Asia untuk mengatasi penyakit ini, kata Messonnier.

    "Kami belum melihat virus menyebar di sini di Amerika Serikat, tetapi sangat mungkin terjadi," kata Messonnier.

    "Tujuan kami terus memperlambat penyebaran virus ini ke AS, dan memberi kami lebih banyak waktu untuk mempersiapkan masyarakat jika ditemukan lebih banyak kasus dan kemungkinan penyebaran berkelanjutan."

    CDC mengambil langkah-langkah untuk memastikan para pekerja kesehatan AS di garis depan memiliki persediaan yang mereka butuhkan, tambahnya, dengan bekerja sama dengan bisnis, rumah sakit, apotek, produsen, dan distributor medis untuk menghadapi virus.

    Penumpang AS di atas kapal pesiar Diamond Princess, yang telah memilih untuk pergi, terlihat dalam pesawat evakuasi carteran untuk terbang kembali ke Amerika Serikat, di bandara Haneda di Jepang 17 Februari 2020. Dua penerbangan charter yang dioperasikan oleh Kalitta Air membawa beberapa ratus penumpang Amerika dari kapal berangkat dari Bandara Haneda pada Senin pagi. [Philip dan Gay Courter / via REUTERS]

    WHO telah memperingatkan bahwa peluang untuk menahan penyebaran epidemi ke luar Cina daratan kini tertutup, karena virus telah menyebar ke beberapa 26 negara dengan sekelompok besar di Korea Selatan dan baru-baru ini di Iran, Lebanon, dan Italia.

    "Jika kita melakukannya dengan baik, kita dapat menghindari krisis serius, tetapi jika kita menyia-nyiakan kesempatan maka kita akan memiliki masalah serius di tangan kita," kata ketua WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus di Jenewa.

    Amerika Serikat saat ini memiliki 13 kasus orang yang didiagnosis dengan virus di dalam negeri dan 21 kasus di antara orang Amerika yang dipulangkan dengan penerbangan evakuasi dari Wuhan, Cina, dan dari kapal pesiar Diamond Princess di Jepang, kata CDC.

    Dari 329 warga Amerika yang dievakuasi dari kapal pesiar, 18 dinyatakan positif virus. Sebelas pasien virus Corona di karantina di University of Nebraska Medical Center, lima di fasilitas medis dekat Pangkalan Udara Travis di California dan dua di dekat Pangkalan Angkatan Udara Lackland di San Antonio, Texas.

    Sejauh ini hanya tiga negara bagian AS yang memiliki kapasitas untuk melakukan tes virus Corona secara lokal, kata Association of Public Health Laboratories (APHL) pada Jumat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.