Trump Bagi-bagi Grasi Untuk Koruptor

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan pidato kenegaraan tahun 2020

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan pidato kenegaraan tahun 2020

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Amerika Donald Trump semakin agresif menggunakan kekuasaannya pasca lolos dari upaya pemakzulan. Kali ini, ia mengobral grasi untuk tujuh terpidana yang ia keluarkan secara sekaligus pada hari Selasa, 18 Februari 2020, waktu Amerika Serikat. Beberapa di antaranya adalah koruptor seperti Rod R. Blagojevich, Michael Milken, dan Bernard Kerik.

    Blagojevich, misalnya, diperkarakan karena beberapa kali mendukung penyuapan untuk kepentingan pribadi mulai dari menerima suap untuk menjual kursi di senat hingga menyuap untuk meredam pemberitaan buruk. Selain itu, ia juga pernah menyalahgunakan kekuasaannya untuk mengkorupsi dana bantuan ke Children Memorial Hospital.

    Atas aksinya, Blagojevich dihukum 14 tahun penjara. Ia sudah menjalaninya selama delapan tahun dan akan bebas dengan adanya grasi dari Trump. "Sekarang ia bisa kembali ke rumah untuk bertemu dengan keluarganya setelah delapan tahun dipenjara. Menurut saya, itu hukuman yang gila dan tidak masuk akal," ujar Trump sebagaimana dikutip dari Washingtong Post, Rabu, 19 Februari 2020.

    Tidak kalah dari Blagojevich, Michael Milken juga penjahat kerah putih kelas kakap. Ia terjerat berbagai perkara mulai dari insider trading, penggelapan pajak, penipuan, hingga pemerasan. Alhasil, ia dihukum denda 200 juta Dollar AS, belum termasuk ganti rugi 400 juta Dollar AS untuk mereka yang ia rugikan. Milken sendiri dikenal sebaga rajanya obligasi dengan bunga tinggi.

    "Milken adalah salah satu figur terhebat di Amerika, pionir dari penggunaan surat obligasi berbunga tinggi untuk pendanaan korporasi. Inovasinya membantu perusahaan-perusahaan rintisan untuk mendapat akses ke pendanaan yang dibutuhkan," ujar Trump.

    Berbagai pihak menganggap Trump tengah menunjukkan bahwa tidak ada yang bisa menghentikannya dalam menggunakan hak eksekutif. Dan, beberapa menyakini bahwa hanya perkara waktu saja hingga Trump menggunakan kekuasaannya untuk membantu teman-temannya.

    Salah satu yang diyakini akan terjadi adalah pengampunan terhadap Roger Stone. Belum lama ini, Departemen Kehakiman menarik rekomendasi hukuman untuk Stone karena kritikan Trump. Stone sendiri didakwa telah menghalangi penyidikan, berbohong di persidangan, dan menghambat pemanggilan saksi.

    Selain Roger Stone, yang diyakini akan diampuni Trump adalah manajer kampanyenya, Paul Manafort dan mantan penasihat keamanan nasional, Michael Flynn. Paul Manafort, misalnya, diperkarakan karena tuduhan penipuan, korupsi, serta konspirasi terhadap pemerintah Amerika Serikat. Ia menjadi sorotan ketika diduga membantu Rusia mengatur jalannya Pemilu AS di tahun 2016 untuk memenangkan Trump.

    Trump mengatakan, dirinya tidak memiliki rencana untuk mengampuni ketiganya. Namun, ia menyatakan bahwa opsi itu terbuka. "Ada banyak yang diperlukan tidak adil akhir-akhir ini," ujarnya.

    ISTMAN MP | WASHINGTON POST


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H