Trump Ancam Putus Hubungan Dengan Negara Pemakai Perangkat Huawei

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden AS Donald Trump menyampaikan komentar setelah serangan udara Militer AS terhadap Jenderal Iran Qassem Soleimani di Baghdad, Irak, di Pantai Palm Barat, Florida, AS, 3 Januari 2020.

    Presiden AS Donald Trump menyampaikan komentar setelah serangan udara Militer AS terhadap Jenderal Iran Qassem Soleimani di Baghdad, Irak, di Pantai Palm Barat, Florida, AS, 3 Januari 2020. "Soleimani merencanakan serangan yang akan segera terjadi dan mengerikan terhadap para diplomat Amerika dan personel militer tetapi kami menangkapnya dalam suatu aksi dan menghentikannya," kata Trump kepada wartawan di resor Mar-a-Lago. [REUTERS / Tom Brenner]

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Amerika Donald Trump makin agresif dalam memerangi Huawei. Usai memperkarakan perusahaan teknologi asal Cina itu untuk kesekian kalinya, sekarang Trump meminta negara sahabat untuk tidak menggunakan Huawei juga. Jika tidak, Ia akan memutus hubungan kerjasama intelijen.

    "Instruksinya (dari Trump) sangat jelas, meminta saya untuk memperingatkan negara-negara sahabat bahwa memakai jaringan 5G yang tidak bisa dipercaya bisa membahayakan kerjasama intelijen," ujar Dubes Amerika untuk Jerman, Richard Grenell, sebagaimana dikutip dari Channel News Asia, Senin, 17 Februari 2020.

    Peringatan dari Trump tersebut bukanlah yang pertama kalinya. Sejak tahun lalu, Trump sudah rajin mengingatkan negara-negara sahabat untuk tidak memakai infastruktur internet 5G dari Huawei. Trump menuduh Huawei telah memata-matai dan mencuri data sensitif pemerintah Amerika lewat perangkat mereka.

    Puncaknya, Amerika melarang semua perusahaan teknologi Amerika untuk tidak menggunakan produk ataupun bekerjasama dengan Huawei. Salah satu perusahaan itu adalah Google, pengembang sistem operasi Android. Dengan kata lain, Huawei tak bisa lagi memakai produk-produk Google di perangkat mereka.

    Trump berharap negara-negara sahabat mengikuti langkahnya. Namun, sekutu Amerika seperti Prancis dan Inggris malah bertahan dengan rencana mereka untuk menggunakan perangkat atau infastruktur Huawei.

    Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, misalnya, berpendapat bahwa Trump tidak bisa serta merta melarang Inggris untuk tidak menggunakan infastruktur Huawei. Kalau Trump ingin Inggris tidak memakai perangkat Huawei, kata Johnson, maka Trump harus bisa menghadirkan alternatif yang lebih atau sama baiknya.

    Secara terpisah, Menteri Luar Negeri Amerika Mike Pompeo mengatakan bahwa Huawei adalah Kuda Troya untuk agen intelijen Cina. Itulah kenapa, kata ia, Amerika tegas menolak menggunakan perangkat atau infastruktur Huawei.

    Sementara itu, pihak Huawei mengatakan bahwa tuduhan yang dialamatkan Trump kepada mereka tidak ada yang benar. "Itu adalah upaya untuk merusak reputasi Huawei dan bisnisnya. Alasan mereka lebih berkaitan ke faktor kompetisi dibandingkan hukum," ujar perwakilan Huawei di pernyataan pers mereka.

    ISTMAN MP | CHANNEL NEWS ASIA | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pedoman WHO Versus Kondisi di Indonesia untuk Syarat New Normal

    Pemerintah Indonesia dianggap belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan WHO dalam menjalankan new normal.