Jerman Tangkap Kelompok Teroris Sayap Kanan, Sasar Muslim

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi Jerman menangkap 12 orang anggota kelompok teroris sayap kanan. DW/Picture-Alliance/DPU

    Polisi Jerman menangkap 12 orang anggota kelompok teroris sayap kanan. DW/Picture-Alliance/DPU

    TEMPO.COBerlin – Jaksa penuntut federal Jerman menahan 12 orang yang ditangkap dengan dugaan terlibat dalam plot kelompok kanan jauh untuk menggulingkan pemerintah dengan cara melakukan serangan terarah.

    Para tersangka ditangkap pada Jumat pekan lalu. Empat orang diduga terlibat membentuk organisasi teroris sayap kanan pada September 2019. Delapan orang lainnya ditangkap karena memberikan bantuan uang.

    “Mereka berencana melakukan serangan terhadap politikus, para pencari suaka dan warga Muslim,” begitu dilansir Reuters pada Ahad, 16 Februari 2020.

    Mereka akan ditahan hingga investigasi kasus ini rampung dilakukan.

    Organisasi teroris sayap kanan ini bernama “Hard Core” atau “Der harte Kern” dan tumbuh di kawasan bekas Jerman Timur, yang pernah menganut paham Komunis.

    Para pelaku berusia 20 – 50 tahun. Media lokal Sonntag melansir para tersangka ditangkap di enam negara bagian berbeda di Jerman.

    Para tersangka ditahan polisi dan mengenakan penutup kepala. Mereka dibawa Pengadilan Federal di Karlsruhe pada Sabtu pada pekan lalu.

    Para pelaku berkomplot lewat WhatsApp dan kemudian bertemu. Kelompok ini mulai dipantau petugas keamanan sejak musim panas 2019.

    Pada saat penggerebekan, para investigator menemukan sejumlah material yang berisi petunjuk bom buatan rumah.

    Undang-undang Jerman mengizinkan para tersangka untuk ditahan selama enam bulan dan diperpanjang hingga 12 bulan untuk kasus yang ekstrim.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.