Taiwan Konfirmasi Kematian Pertama Virus Corona

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karyawan Foxconn yang mengenakan masker menghadiri pesta akhir tahun perusahaan di Taipei, Taiwan 22 Januari 2020. [REUTERS / Yimou Lee]

    Karyawan Foxconn yang mengenakan masker menghadiri pesta akhir tahun perusahaan di Taipei, Taiwan 22 Januari 2020. [REUTERS / Yimou Lee]

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang pengemudi taksi dikonfirmasi meninggal akibat virus Corona atau COVID-19 di Taiwan, menandai kematian pertama di Taiwan dan kematian kelima di luar Cina daratan.

    Menteri Kesehatan Taiwan Chen Shih-chung mengatakan dalam konferensi pers pada hari Minggu bahwa mendiang adalah seorang pria berusia 61 tahun yang menderita diabetes dan hepatitis B.

    Menurut laporan Reuters, 17 Februari 2020, mendiang belum melakukan perjalanan ke luar negeri baru-baru ini dan merupakan sopir taksi yang kliennya terutama dari Hong Kong, Makau, dan Cina daratan, kata menteri. Salah satu anggota keluarganya juga dipastikan terinfeksi virus.

    Pasangan ini merupakan kasus penularan lokal pertama Taiwan, kata menteri itu, menambahkan bahwa pihak berwenang berusaha mencari secepatnya sumber penularan.

    "Sejauh ini, kami tidak dapat mengumpulkan riwayat kontaknya, jadi kami secara aktif melakukan penyelidikan, berharap untuk mengetahui sumber kontraksi," kata Chen.

    Chen mengatakan pihak karantina dan kesehatan segera melacak orang-orang yang telah dia hubungi, termasuk keluarganya dan tenaga medis yang merawatnya.

    Tenaga medis dinyatakan negatif untuk virus tersebut tetapi salah satu kerabat pria itu telah terinfeksi, tetapi tidak menunjukkan gejala.

    Secara keseluruhan, Taiwan telah memiliki 20 kasus penyakit yang dikonfirmasi, dengan satu kematian dan dua orang dikeluarkan dari rumah sakit.

    Pada hari Senin Taiwan akan mulai menguji semua pasien yang menunjukkan gejala yang berhubungan dengan virus Corona dan telah melakukan perjalanan ke luar negeri baru-baru ini, kata kementerian kesehatan.

    Taiwan telah melarang masuknya pengunjung Cina dan orang asing yang melakukan perjalanan ke Cina baru-baru ini dan menangguhkan sebagian besar penerbangan ke negara tetangganya. Banyak sekolah juga memperpanjang liburan Tahun Baru Imlek hingga akhir Februari untuk mengekang penyebaran virus.

    Menanggapi kepanikan pembelian masker di Taiwan, pemerintah berusaha membangun beberapa lini produksi masker dan Perdana Menteri Taiwan Su Tseng-chang telah berjanji untuk meningkatkan produksi masker hariannya menjadi lebih dari dua kali lipat menjadi 10 juta pada awal Maret.

    SAFIRA ANDINI | REUTERS | SOUTH CHINA MORNING POST | CHANNEL NEWS ASIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pedoman WHO Versus Kondisi di Indonesia untuk Syarat New Normal

    Pemerintah Indonesia dianggap belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan WHO dalam menjalankan new normal.