Amazon Dituding Mendiskriminasi Konsumen Palestina, Ini Faktanya

Amazon, perusahaan raksasa e-commerce. [TACCI]

TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah lembaga HAM internasional menuding perusahaan raksasa e-commerce, Amazon diskriminasi terhadap warga Palestina terkait pengiriman barang ke Tepi Barat, wilayah yang diduduki Israel.

"Diskriminasi mencolok antara konsumen potensial berdasarkan kewarganegaraan mereka di area operasi yang sama," kata Michael Sfard, pengacara HAM Internasional menanggapi kebijakan Amazon, sebagaimana dilaporkan Middle East Monitor, 14 Februari 2020.

Organisasi Peace Now berujar: " kebijakan Amazon yang diskriminasi menambah gambaran keseluruhan sekelompok orang yang menikmati hak kewarganegaraan sementara mereka yang tinggal di wilayah yang sama tidak menikmati."

Di portal pengiriman barang, Amazon menawarkan pengiriman gratis jika alamatnya di Israel.

Namun, konsumen yang beralamat di wilayah Palestina diharuskan membayar biaya pengiriman dengan membayar komisi yang besarannya mulai dari US$24.

Juru bicara Amazon, Nick Caplin kepada Financial Times mengatakan, warga Palestina hanya dapat menerima layanan bebas pengiriman jika konsumen di wilayah Palestina memasukkan alamat mereka dan memasukkan Israel sebagai negara.

Semua pengiriman Amazon harus melalui Israel untuk bisa masuk ke wilayah pendudukan di Tepi Barat. Hal ini membuat pengiriman jadi lama tertunda.

Sekalipun faktanya pemukiman Israel melanggar hukum internasional, namun sejumlah perusahaan besar termasuk Amazon terus melanjutkan kerja sama nya dengan konsumen di wilayah yang diduduki Israel.

PBB juga telah memasukkan daftar hitam 112 perusahaan yang terus beroperasi di wilayah pendudukan Israel termasuk perusahaan raksasa global seperti Airbnb, Expedia, Opodo dan Motorola.






Dugaan Retas HP Menko Airlangga, Jubir: Tidak Ada Kiriman File Spyware

12 jam lalu

Dugaan Retas HP Menko Airlangga, Jubir: Tidak Ada Kiriman File Spyware

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Alia Karenina buka suara soal dugaan peretasan terhadap ponsel milik Menteri Airlangga Hartarto.


Dikejar Tentara Israel, Bocah Palestina Berusia 7 Tahun Tewas

18 jam lalu

Dikejar Tentara Israel, Bocah Palestina Berusia 7 Tahun Tewas

Seorang bocah Palestina berusia 7 tahun meninggal karena gagal jantung saat dikejar tentara Israel di Kota Bethlehem, Tepi Barat


Kualifikasi Piala Asia U-17: Timnas Indonesia Menang di Laga Uji Coba

1 hari lalu

Kualifikasi Piala Asia U-17: Timnas Indonesia Menang di Laga Uji Coba

Skuad asuhan Bima Sakti menjalani laga uji coba menjelang Kualifikasi Piala Asia U-17. Timnas U-17 menang dari tim PPLP Kemenpora.


Pasukan Israel Bunuh 4 Pria Bersenjata Palestina

2 hari lalu

Pasukan Israel Bunuh 4 Pria Bersenjata Palestina

Pasukan Israel membunuh empat pria bersenjata Palestina di sebuah kota yang menjadi titik fokus kampanye penggerebekan di Tepi Barat.


Kualifikasi Piala Asia U-17, Bima Sakti Coret 4 Pemain Timnas U-16

2 hari lalu

Kualifikasi Piala Asia U-17, Bima Sakti Coret 4 Pemain Timnas U-16

Timnas U-16 akan menghadapi Kualifikasi Piala Asia U-17 2023. Indonesia satu grup bersama Malaysia, Palestina, Uni Emirat Arab, dan Guam.


PBNU Sebut Perlu Komunikasi dengan Israel untuk Membantu Palestina

4 hari lalu

PBNU Sebut Perlu Komunikasi dengan Israel untuk Membantu Palestina

Ketua umum PBNU Yahya Cholil Staquf menyebut pembicaraan dengan Israel perlu dilakukan untuk mempertanyakan nasib Palestina.


Pacuan Teknologi Bom versus Bunker Iran dan Amerika

4 hari lalu

Pacuan Teknologi Bom versus Bunker Iran dan Amerika

Beton yang semakin kuat memaksa bom-bom bunker buster semakin dahsyat. Saat ini beton yang menang?


Zelensky Kesal Israel Enggan Berikan Senjata untuk Lawan Rusia

5 hari lalu

Zelensky Kesal Israel Enggan Berikan Senjata untuk Lawan Rusia

Presiden Volodymyr Zelensky kesal karena Israel enggan memberikan sistem anti-rudal untuk membantu Ukraina melawan serangan Rusia


Isu Pertemuan Rahasia dengan Israel, Pengamat Anggap Langkah Kemenlu Sudah Tepat

5 hari lalu

Isu Pertemuan Rahasia dengan Israel, Pengamat Anggap Langkah Kemenlu Sudah Tepat

Indonesia dilaporkan mengirim delegasi ke Israel untuk menggelar pertemuan rahasia. Kemenlu RI membantah.


PM Israel Sebut Solusi 2 Negara, Presiden Palestina: Positif tapi Perlu Bukti

5 hari lalu

PM Israel Sebut Solusi 2 Negara, Presiden Palestina: Positif tapi Perlu Bukti

Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan seruan Perdana Menteri Israel Yair Lapid tentang solusi dua negara adalah "perkembangan positif"