Tiga Roket Katyusha Jatuh dekat Kedutaan AS di Irak

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Roket Katyusha. Kredit: Wikipedia

    Roket Katyusha. Kredit: Wikipedia

    TEMPO.CO, Jakarta - Tiga roket Katyusha jatuh di dekat Kedutaan Amerika Serikat di Baghdad, ibukota Irak pada Minggu dini hari tadi.

    Menurut juru bicara operasi militer AS di Irak, Kolonel Myles B Caggins III, serangan roket itu tidak menimbulkan korban jiwa. Terjangan roket hanya menimbulkan kerusakan kecil, sebagaimana dilaporkan Reuters, 16 Februari 2020.

    Adapun militer Irak mengatakan, tiga roket Katyusha menghantam zona hijau atau tempat sejumlah kedutaan dan kantor pemerintah Irak. Sedangkan satu roket lainnya menghantam basis logistik di lokasi berbeda.

    Belum ada satu pihakpun mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. 

    AS menuding milisi yang didukung Iran yakni Hashd al-Shaabi atau Pasukan Mobilisasi Populer sebagai pelaku serangan tiga roket Katyusha di Kedutaan AS di Baghdad. 

    Serangan tiga roket Katyusha itu terjadi hanya beberapa jam setelah milisi dukungan Hashd al-Shaabi yakni Harakat al-Nujaba mengumumkan hitung mundur penolakan terhadap pasukan AS di Irak.

    Pemimpin milisi al-Nujaba, Akram al-Kaabi mengirim pesan via Twitter dengan mengunggah foto tank militer AS dengan tulisan: "Kami lebih dekat daripada yang anda pikirkan."

    Serangan sudah beberapa kali terjadi dan menyasar fasilitas militer dan kedutaan AS di Baghdad. Terbaru terjadi pada Kamis lalu, ledakan mortir di pangkalan angkatan udara K1 Irak di provinsi Kirkuk.

    Januari lalu, sejumlah rudal Katyusha menghantam dua pangkalan militer AS di Irak yang mengakibatkan puluhan tentara AS terluka. Saat ini sekitar 5 ribu pasukan AS ditempatkan di Irak. Para milisi pro Iran di Irak mendesak pasukan AS keluar dari kedua negara itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.