Nikmati Kebebasan, Perempuan Arab Saudi Merokok di Tempat Umum

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Beragam alat vaping dipamerkan dalam acara Kongres Ganja Dunia dan Pameran Bisnis di Los Angeles, California, AS, 26 September 2019. REUTERS/Mike Blake

    Beragam alat vaping dipamerkan dalam acara Kongres Ganja Dunia dan Pameran Bisnis di Los Angeles, California, AS, 26 September 2019. REUTERS/Mike Blake

    TEMPO.CO, Jakarta - Perempuan Arab Saudi merokok di ruang publik sudah menjadi pemandangan umum meski mereka masih sungkan diketahui oleh orang yang mengenal diri mereka

    Seperti dituturkan Rima, 27 tahun, yang duduk santai di satu kafe mewah di Riyadh. Sambil menikmati rokoknya, dia memperhatikan sekelilingnya dan berharap tidak ada orang yang dia kenal saat menikmati rokok elektroniknya.

    "Saya merasa merokok di ruang publik sebagai bagian dari pengalaman atas kemenangan baru atas kemerdekaan. Saya gembira bahwa sekarang saya dapat memilih," kata Rima yang bekerja di satu perusahaan swasta di Riyadh kepada AFP, sebagaimana dilaporkan Channel News Asia, 16 Februari 2020.

    Rima merokok sejak dua tahun lalu. Tak peduli merokok berdampak buruk bagi kesehatannya, dia malah lebih khawatir pada keluarga jika mengetahui dirinya perokok. Namun, dia mengaku sudah siap untuk menghadapinya.

    "Saya tidak akan mengatakan kepada mereka bahwa ini mengenai kebebasan pribadi saya, karena mereka tidak akan memahami bahwa perempuan bebas untuk merokok seperti juga laki-laki," kata Rima yang mengenakan abaya hitam dipadu hijab yang menutupi rambutnya.

    Najla, 26 tahun, senada dengan Rima mengatakan, standar ganda masih hidup di negaranya. Sehingga masih mempertimbangkan skandal dan aib jika perempuan merokok.

    Najla memilih untuk menantang masyarakat dan mengabaikan penampilan kotornya.

    "Hak saya sepenuhnya dihormati ketika keluarga saya menerima saya sebagai perokok," katanya.

    Najla mengenang ketika temannya mengirim dirinya ke klinik ketergantungan rokok saat orang tuanya mendapati dirinya sedang merokok.

    Dia mulai merokok ketika masih duduk di bangku sekolah. Data Fakultas Kedokteran Universitas King Abdulaziz pada tahun 2015 menyebutkan, lebih dari 65 persen perempuan yang duduk di SMA diam-diam sebagai perokok.

    Heba, 36 tahun, merokok sudah sejak lama, ketika Arab Saudi membuat segala hal terlarang bagi perempuan.

    "Saya tidak pernah membayangkan saya dapat merokok shisha di tempat umum bersebelahan dengan laki-laki," ujarnya.

    Perubahan sosial di Arab Saudi membuat para perempuan menikmati rokok, menghisap pipa shisha, atau vaping sebagai simbol emansipasi.

    Perempuan merokok di ruang publik menjadi semakin umum di Arab Saudi beberapa bulan terakhir.

    Kenyataan perempuan merokok tidak terbayangkan terjadi sebelum Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman melakukan reformasi total di negara kerajaan ultra-konservatif ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Mitos Tentang Garam dan Bagaimana Cara Mensiasatinya

    Tidak makan garam bukan berarti tubuh kita tambah sehat. Ada sejumlah makanan dan obat yang kandungan garamnya meningkatkan risiko serangan jantung.