Menlu Amerika Sebut Barat Menang Atas Rusia dan Cina

Reporter

Editor

Budi Riza

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menghadiri makan siang yang diselenggarakan oleh Menteri Luar Negeri Cina Wang Yi dengan rekan-rekannya dari lima anggota tetap yang memegang hak veto Dewan Keamanan AS di New York, AS, 26 September 2019. [REUTERS / Yana Paskova]

TEMPO.COMunich – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo, membela posisi negaranya di pentas global. Dia mengatakan nilai-nilai Barat akan bertahan menghadapi nilai dari Rusia dan Cina, yang bertujuan membangun kekaisaran.

Pompeo berkukuh tidak ada krisis dalam kepemimpinan Barat saat ini.

“Saya dengan senang melaporkan isu kematian aliansi Transatlantik dibesar-besarkan. Barat sedang menang. Dan kita menang bersama,” kata Pompeo dalam pidato di Konferensi Keamanan Munich, Jerman, seperti dilansir Reuters pada Sabtu, 15 Februari 2020.

Pompeo menegaskan AS melakukan langkah-langkah untuk melindungi sistem demokrasi liberal.

Saat ini hubungan AS dan Eropa kurang harmonis setelah Presiden AS, Donald Trump, menyuarakan semboyan “Amerika Pertama” dalam perumusan kebijakan dalam dan luar negerinya. AS dan Eropa juga berselisih soal tarif impor, yang membuat keduanya mengenakan kenaikan tarif untuk impor barang tertentu dari keduanya.

Sedangkan mitra dari Cina, Menteri Luar Negeri Wang Yi, menudingnya menyebarkan kebohongan soal rencana Bejing di pentas global. “Itu kebohongan-kebohongan tidak berdasarkan fakta,” kata Wang.

Pidato Pompeo ini menanggapi pernyataan dari Presiden Jerman, Frank-Walter Steinmeier, yang pada Jumat pekan lalu menuding AS, Rusia dan Cina membuat dunia menjadi tempat lebih berbahaya.

Soal pernyataan Steinmeier ini, Presiden Prancis, Emmanuel Macron, mengatakan kepada para pemimpim internasional di konferensi itu bahwa dia tidak terkejut dengan pernyataan Steinmeier dan menyukainya.

“Kami tidak bisa menjadi mitra yunior dari Amerika Serikat,” kat Macron. Dia menekankan Eropa harus mampu mengatasi ancaman di lingkungannya dan bertindak independen dari pengaruh Washington. “Saya tidak sabar untuk mendapatkan solusi Eropa,” kata Macron.






Uzbekistan Tak Akan Deportasi Warga Rusia yang Kabur dari Wajib Militer

9 jam lalu

Uzbekistan Tak Akan Deportasi Warga Rusia yang Kabur dari Wajib Militer

Uzbekistan menyatakan tak akan memaksa warga Rusia yang kabur ke negara itu karena menghindari wajib militer.


Atasi Harga Energi, Jerman Sahkan Paket Kebijakan Rp2,9 Ribu Triliun

10 jam lalu

Atasi Harga Energi, Jerman Sahkan Paket Kebijakan Rp2,9 Ribu Triliun

Kanselir Jerman Olaf Scholz mengesahkan paket kebijakan sebesar 200 miliar euro atau sekitar Rp2,9 kuadriliun untuk melindungi industri dan rumah tangga dari dampak kenaikan harga energi.


Dampak Garis Kemiskinan Bank Dunia Direvisi, Jumlah Penduduk Miskin Indonesia dan Cina Melesat

10 jam lalu

Dampak Garis Kemiskinan Bank Dunia Direvisi, Jumlah Penduduk Miskin Indonesia dan Cina Melesat

Bank Dunia (World Bank) mengubah standar garis kemiskinan baru yang mengacu pada aturan purchasing power parities (PPP) 2017.


PBB: Aneksasi Rusia terhadap Wilayah Ukraina Pantas Dikutuk

13 jam lalu

PBB: Aneksasi Rusia terhadap Wilayah Ukraina Pantas Dikutuk

Menurut Sekjen PBB Antonio Guterres, referendum dilakukan di bawah pendudukan Rusia dan di luar kerangka hukum dan konstitusional Ukraina.


Rudal Rusia Serang Konvoi Mobil Warga Sipil Ukraina, 23 Tewas

13 jam lalu

Rudal Rusia Serang Konvoi Mobil Warga Sipil Ukraina, 23 Tewas

Sedikitnya 23 orang tewas dan 28 lainnya terluka dalam serangan rudal Rusia yang menghantam konvoi kendaraan sipil di kota Zaporizhzhia, Ukraina


Putin Caplok Ukraina, Zelensky Yakin Masih Bisa Dihentikan

14 jam lalu

Putin Caplok Ukraina, Zelensky Yakin Masih Bisa Dihentikan

Zelensky mengatakan, langkah Putin menganeksasi empat wilayah Ukraina harus dihentikan.


Drone Misterius Intai Instalasi Gas dan Minyak Denmark

15 jam lalu

Drone Misterius Intai Instalasi Gas dan Minyak Denmark

Sebelum Denmark, Norwegia juga melaporkan kemunculan drone misterius di dekat instalasi migas-nya


Rusia Tuding Nord Stream Bocor Akibat Terorisme Negara

17 jam lalu

Rusia Tuding Nord Stream Bocor Akibat Terorisme Negara

Pejabat Uni Eropa mengatakan bocornya pipa Nord Stream akan mengubah sifat perang Rusia Ukraina.


AS Dakwa Pasutri Dokter karena Bocorkan Data Kesehatan Militer ke Rusia

17 jam lalu

AS Dakwa Pasutri Dokter karena Bocorkan Data Kesehatan Militer ke Rusia

AS mendakwa pasutri dokter yang membocorkan data pasien militer ke Rusia


Sah, Putin Terbitkan Dekrit Dua Wilayah Ukraina Resmi Gabung Rusia

18 jam lalu

Sah, Putin Terbitkan Dekrit Dua Wilayah Ukraina Resmi Gabung Rusia

Putin menerbitkan dekrit dua wilayah Ukraina resmi bergabung dengan Rusia setelah referendum di 4 wilayah.