Angkatan Udara Amerika Bakal Izinkan Penggunaan Simbol Agama

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Angkatan Udara Amerika Serikat sedang mengevaluasi tahap akhir penggunaan simbol agama pada anggota sesuai keyakinan agama. Sumber: Daily Times

    Angkatan Udara Amerika Serikat sedang mengevaluasi tahap akhir penggunaan simbol agama pada anggota sesuai keyakinan agama. Sumber: Daily Times

    TEMPO.CO, Jakarta - Angkatan Udara Amerika Serikat mulai membuat perubahan dalam hal berpakaian sehingga memungkinkan para anggota Angkatan Udara menggunakan seragam berdasarkan kewajiban agama yang mereka anut, termasuk penggunaan jilbab dan turban. Aturan terbaru soal pakaian ini sudah difinalisasi pada akhir pekan lalu.   

    Dikutip dari aa.com.tr, pengecualian agama saat ini sudah bisa diupayakan, seperti janggut, turban, rambut yang tidak boleh dicukur dan jilbab. Sebelumnya, pengecualian hanya diberikan pada kasus-kasus dasar, namun proses persetujuannya sering kali ditarik lagi.

    Angkatan Udara Amerika Serikat sedang memulai proses izin penggunaan simbol agama. Sumber: Army

    Aturan baru ini masih disusun waktu pelaksanaannya dan proses peresmiannya dengan sebuah evaluasi akhir akan dibuat dalam tempo 30 hari kemudian, atau bahkan 60 hari. Pengecualian tersebut (penggunaan simbol agama) diharapkan bisa digunakan selama anggota Angkatan Udara itu menjalani karir militernya.

    Ibrahim Hooper, Juru bicara kelompok advokasi muslim, Dewan Hubungan Amerika-Islam, menyambut gembira aturan baru ini.

    “Kami mendukung aturan baru ini sebagai sebuah langkah maju dalam mengakomodasi dan inklusi bagi personil militer Amerika Serikat sesuai dengan keyakinan agamanya,” kata Hooper.    


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pedoman WHO Versus Kondisi di Indonesia untuk Syarat New Normal

    Pemerintah Indonesia dianggap belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan WHO dalam menjalankan new normal.