4 Fakta Singapura Terpukul Akibat Virus Corona, Apa Pesan PM Lee?

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Orang-orang menimbun beras setelah Singapura menaikkan tingkat peringatan wabah Virus Corona menjadi status oranye, di sebuah supermarket di Singapura 8 Februari 2020. REUTERS/Edgar Su

    Orang-orang menimbun beras setelah Singapura menaikkan tingkat peringatan wabah Virus Corona menjadi status oranye, di sebuah supermarket di Singapura 8 Februari 2020. REUTERS/Edgar Su

    TEMPO.CO, Jakarta - Singapura merupakan negara yang termasuk paling terpukul di ASEAN dengan kemunculan wabah virus Corona sejak awal Februari lalu.

    Berikut 4 fakta yang perlu diketahui dari Singapura tentang dampak dari wabah virus Corona.

    1. Ekonomi

    Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong mengatakan, situasi wabah virus Corona atau COVID-19 secara signifikan berdampak pada perekonomian Singapura dalam beberapa kuartal ke depan.

    "Wabah saat ini sangat intens," kata PM Lee hari Jumat, 14 Februari 2020.

    Meski tidak dapat memastikan apakah akan terjadi resesi, namun kemungkinan itu ada. Yang pasti, kata PM Lee Hsien Loong, ekonomi Singapura terpukul.

    2. Perusahaan manufaktur hingga ritel terganggu.

    Perusahaan-perusahaan manufaktur hingga ritel di Singapura terganggu dengan terhentinya suplai dari pabrik maupun toko di Cina yang tutup karena wabah virus Corona.

    Sejumlah perusahaan milik warga Singapura menuturkan dampak dari terhentinya aktivitas perekonomian di Cina.

    Menurut Ketua Enterprise Singapore, Peter Ong dalam konferensi pers pekan lalu, pihaknya sangat kesulitan mengapalkan barang untuk masuk ke Cina dan sebaliknya, keluar dari negara itu.

    Cina masih memberlakukan penghentian semua aktivitas ekonomi dan menutup pintu masuk bagi para pendatang.

    Di bidang logistik, mengalami keterpurukan 70 persen. Begitu pula informasi dari Asosiasi Industri Semikonduktor Singapura bahwa 80 persen dari industri semikonduktor Singapura telah berdampak akibat wabah virus Corona.

    Begitu juga retail fashion Singapura, Charles & Keith Group, sekitar 90 persen dari produksinya berlokasi di Cina. Fasilitas manufaktur utamanya berlokasi di Guangdong.

    "Cina merupakan pasar ekspor domestik non-minyak terbesar Singapura, menyumbang 17,3 persen dari total saham pada tahun 2019," kata Irvin Seah, ekonom senior DBS dalam catatan 7 Februari lalu.

    "Gangguan terhadap rantai pasokan seperti pabrik tutup diperpanjang di Cina, akan berdampak signifikan pada sektor manufaktur Singapura, ujar Seah, seperti dilaporkan Channel News Asia.

    3. Sudah 67 orang terinfeksi virus Corona di Singapura, enam di antaranya dalam kondisi kritis di rumah sakit.

    Mereka yang terinfeksi dari sejumlah profesi termasuk pelayan gereja Grace Assembly of God dan karyawan di perusahaan air nasional.

    Sebanyak 17 orang yan terinfeksi virus Corona telah dinyatakan sembuh dari perawatan rumah sakit.

    4. Sejumlah kegiatan ritual agama, baik itu Kristen, Katolik, Budha dan Islam dilakukan secara online untuk mencegah wabah virus Corona. Pihak gereja juga menghentikan kegiatan acara mingguan bagi anak-anak dan tur wisata agama.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.