Wabah Virus Corona Picu Perilaku Rasis Warga AS, Ini Kisahnya

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penumpang AS mengevakuasi pegawai pemerintah dan orang Amerika lainnya dari ancaman virus corona di kota Wuhan di Markas Cadangan Udara Maret di Riverside County, California, 29 Januari 2020. REUTERS/Mike Blake

    Penumpang AS mengevakuasi pegawai pemerintah dan orang Amerika lainnya dari ancaman virus corona di kota Wuhan di Markas Cadangan Udara Maret di Riverside County, California, 29 Januari 2020. REUTERS/Mike Blake

    TEMPO.CO, Jakarta - Wabah virus Corona atau Covid-19 telah memicu perilaku rasis warga Amerika Serikat dan laporan terbaru seorang pelajar etnis Cina-Amerika menjadi korban kekerasan.

    Pelajar SMA usia 16 tahun ini dipukuli di San Fernando Valley, California. Para penyerang menuding dia penyebab wabah virus Corona.

    "Dia dibawa ke rumah sakit dan masuk kamar darurat. Mereka melakukan pemeriksaan MRI untuk memastikan dia tidak mengalami gegar otak atau mengalami luka lainnya," kata Robin Toma, direktur eksekutif Komisi Hubungan Mnausia Kota Los Angeles dalam pernyataan pers bersama dengan beberapa pejabat kota Los Angeles, Kamis, 13 Februari 2020, sebagaimana dilaporkan CBS News.

    Polisi Los Angeles dilaporkan sedang menyelidiki kasus rasis ini.

    Pengawas kota Los Angeles, Hilda Solis kepada wartawan mengatakan tidak ada kaitannya antara wabah virus Corona di Cina dengan mereka asal Asia.

    "Siapa saja mendiskriminasi dengan cara begitu dan menyebarkan informasi palsu harus diselidiki," ujar Solis.

    Perundungan yang dialami pelajar SMA ini terkait wabah virus Corona di AS bukan kasus pertama.

    Ada sejumlah kasus di mana warga Asia-Amerika dilaporkan mnejadi target dipicu rasa takut dengan wabah virus Corona.

    Di Austin, Texas pekan lalu, seorang staf Pusat Budaya Asia Amerika batuk sesaat di pusat kebugaran di kota itu, seketika itu juga orang-orang meninggalkan tempat itu.

    Peristiwa itu diungkapkan Ketua Pusat Kebudayaan Asia Amerika, Amy Wong Mok kepada CBS.

    "Dia hanya batuk kecil karena dia datang dari tempat yang dingin dan kemudian orang-orang pergi. Hanya batuk kecil tapi irang-orang pergi meninggalkannya seperti wabah," kata Mok.

    Dylan Muriano, pelajar SMP etnis Vietnam-Amerika di Los Angeles dikirim ke perawat di sekolahnya pada hari Rabu lalu karena dia batuk akibat tertelan air.

    Sementara pelajar lainnya yang batuk tidak dibawa ke perawat sekolah.

    "Karena mereka bukan orang Asia," kata Leyna Nguyen, ibu pelajar SMP itu kepada Fox 11.

    Lebih parah lagi, ketika perawat memastikan Muriano tidak sakit dan kembali ke kelasnya, teman-teman satu kelasnya menuding dia membawa virus Corona.

    Selebaran palsu bersegel badan kesehatan dunia atau WHO melarang warga California pergi ke restoran yang dimiliki warga Asia-Amerika menjadi satu contoh tentang rasialisme di AS dipicu wabah virus Corona, seperti dilaporkan BBC. 

    Mereka juga menyarankan warga untuk menghindari bisnis Asia-Amerika seperti Panda Express karena virus Corona.

    Di kawasan Alhambra, sebanyak 14 ribu orang telah meneken petisi online yang mendesak penutupan sekolah karena wabah virus Corona. Perilaku ini juga diduga sebagai tindakan rasis terhadap warga berdarah Asia Amerika. 

    Ada 15 kasus virus Corona ditemukan di AS, termasuk delapan kasus di California. Para pasien dimasukkan dalam isolasi medis. Para pejabat menjelaskan virus ini tidak menyebar dalam masyarakat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.