Amerika dan Taliban Sepakat Kurangi Tindak Kekerasan, Kenapa?

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • RPG-7 merupakan salah satu senjata yang telah terbukti keampuhannya dalam perang. Tank-tank Uni Soviet pernah merasakan ampuhnya RPG-7 pada Perang Soviet-Afghanistan dan perang di Chechnya. Amerika Serikat juga termasuk salah satu negara yang menjadi korban RPG-7. Dua helikopter Black Hawak jatuh ditembak dengan RPG di Mogadishu, Somalia, pada 1993. Helikopter Chinook CH-47 bermuatan 38 orang, 25 di antaranya pasukan khusus, jatuh ditembak gerilyawan Taliban, pada Agustus 2011. Semua penumpang dan kru tewas. Penggunaan RPG-7 juga pada beberapa konflik, seperti di Irlandia Utara, Lebanon, Irak, dan Afghanistan. gp.se

    RPG-7 merupakan salah satu senjata yang telah terbukti keampuhannya dalam perang. Tank-tank Uni Soviet pernah merasakan ampuhnya RPG-7 pada Perang Soviet-Afghanistan dan perang di Chechnya. Amerika Serikat juga termasuk salah satu negara yang menjadi korban RPG-7. Dua helikopter Black Hawak jatuh ditembak dengan RPG di Mogadishu, Somalia, pada 1993. Helikopter Chinook CH-47 bermuatan 38 orang, 25 di antaranya pasukan khusus, jatuh ditembak gerilyawan Taliban, pada Agustus 2011. Semua penumpang dan kru tewas. Penggunaan RPG-7 juga pada beberapa konflik, seperti di Irlandia Utara, Lebanon, Irak, dan Afghanistan. gp.se

    TEMPO.COWashington – Pemerintah Amerika Serikat mencapai kesepakatan dengan Taliban untuk pengurangan tindak kekerasan selama sepekan.

    Ini dilakukan sebagai bagian dari proses penarikan pasukan Amerika dari Afganistan.

    Kesepakatan ini tercapai lewat proses negosiasi di ibu kota Doha, Qatar. Ini diumumkan setelah pertemuan antara Menteri Luar Negeri Amerika, Mike Pompeo, Menteri Pertahanan, Mark Esper, dan Presiden Afganistan, Ashraf Ghanni, di sela-sela Konferensi Keamanan di Munich, Jerman.

    “Tindak kekerasan sempat menghambat proses penandatanganan kesepakatan pada September 2019. Sekarang, kita punya kesepakatan pengurangan tindak kekerasan. Jika Taliban mengimplementasikan komitmen mereka, kami akan maju ke tahapan perjanjian,” kata seorang pejabat pemerintahan senior Amerika kepada media di sela-sela Konferensi di Munich seperti dilansir Reuters pada Jumat, 14 Februari 2020.

    Kesepakatan pengurangan tindak kekerasan ini bisa membuka jalan bagi perjanjian pada akhir Februari 2020 untuk penarikan mundur pasukan Amerika dari Afganistan.

    Ini merupakan tujuan yang telah lama diupayakan oleh Presiden Amerika, Donald Trump, yang bersumpah akan menghentikan perang berkepanjangan seiring upayanya terpilih kembali sebagai Presiden pada pemilu Presiden Amerika November 2020.

    Menurut pejabat tadi, masa tenang tujuh hari itu belum dimulai tapi akan segera dilakukan. Belum ada komentar dari Taliban dan pemerintahan Afganistan.

    Proses menuju penyelesaian damai dan mengakhiri kehadiran militer AS selama dua dekade di Afganistan masih panjang.

    AS mengirim pasukan ke Afganistan beberapa saat setelah serangan 11 September 2001, yang dilakukan kelompok Al Qaeda dan dilindungi Taliban.

    Pejabat AS telah menyatakan akan mengurangi jumlah pasukan dari 13 ribu menjadi 8.600 pasukan pada 2020, baik atau kesepakatan penarikan pasukan atau tidak.

    “Kesepakatan pengurangan tindak kekerasan merupakan langkah bagus dari sebuah jalan panjang,” kata Ronald Neumann, bekas duta besar Amerika untuk Afganistan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.