Lamaran Pernikahan Pria Jerman Tak Sengaja Muncul di Google Maps

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petani paruh waktu berusia 32 tahun asal Jerman, Steffen Schwarz, menanam ladang jagung untuk menampilkan tulisan lamaran

    Petani paruh waktu berusia 32 tahun asal Jerman, Steffen Schwarz, menanam ladang jagung untuk menampilkan tulisan lamaran "Apakah kamu maumenikah denganku?" untuk ditampilkan di Google Maps.[Google Maps/New York Post]

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang pria Jerman membuat tulisan lamaran pernikahan di ladangnya dan tak sengaja muncul di Google Maps.

    Dikutip dari New York Post, 14 Februari 2020, kantor berita Jerman, DPA, melaporkan pada Rabu bahwa petani paruh waktu berusia 32 tahun bernama Steffen Schwarz, menggunakan mesin untuk menanam ladang jagung sedemikian rupa sehingga menampilkan tulisan "Apakah kamu ingin menikah denganku?"

    Schwarz mengatakan dia membuat pacarnya menerbangkan drone di ladang pada Mei lalu di Huettenberg, Jerman tengah, mengungkapkan pesan romantis itu.

    "Dia bilang ya," kata Schwarz.

    Dia mengatakan kepada DPA bahwa dia tidak bermaksud atau mengharapkan gambar itu muncul di Google Maps sampai seorang bibi di Kanada menunjukkan gambar itu kepadanya.

    Schwarz dan tunangannya berencana menikah pada bulan Juni tahun ini.

    Lamaran Schwarz bukan yang pertama muncul di citra Google Maps. Seorang pria menghabiskan waktu enam bulan berkeliling Jepang untuk membuat lamaran pernikahan menggunakan Google Maps pada 2008.

    Pelamar bernama Yasushi "Yassan" Takahashi telah menciptakan seni GPS dengan Google Earth dan tampilan jalan selama lebih dari 10 tahun. Dia memutuskan untuk memasukkannya ke dalam lamaran pernikahannya.

    Selama perjalanannya, Yassan rupanya menggambar tulisan "Marry Me" besar yang terpampang di seluruh peta Jepang.

    Untuk menyelesaikan misinya, ia berhenti dari pekerjaannya dan merencanakan perjalanan dari pulau Hokkaido ke pantai Kagoshima, menurut South China Morning Post.

    Setelah enam bulan berkeliling, ia menempuh jarak lebih dari 7.000 kilometer untuk mewujudkan lamaran Google Maps yang akhirnya meluluhkan hati sang kekasih yang bernama Natsuki.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.