Minta Bangku Prioritas, Penumpang Kereta Ini Malah Dikeroyok

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kereta India. Sumber: Gulf News

    Ilustrasi kereta India. Sumber: Gulf News

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang laki-laki, 26 tahun, pada Kamis, 13 Februari 2020, dipukul sampai meninggal oleh 12 orang, termasuk 6 orang diantaranya perempuan. Pengeroyokan dilakukan setelah terjadi sebuah pertengkaran memperebutkan sebuah kursi kereta jurusan Mumbai-Latur-Bidar ekspres, India. 

    Dikutip dari ndtv.com, insiden ini terjadi pada Kamis pagi ketika Sagar Markand dan istrinya Jyoti bersama satu anak mereka, 2 tahun, naik kereta dari tempat tinggal mereka di desa Kalyan. Mereka persisnya naik kereta pada Rabu malam, 12 Februari 2020. 

    Ilustrasi kereta di India. Sumber: Nikkei Asia Review

    Deepak Satore, aparat kepolisian menceritakan kompartemen utama dalam kondisi penuh dengan kursi yang terisi penumpang. Namun Markand meminta pada beberapa perempuan agar bersedia memberikan kursi pada istrinya yang menggendong anak balita mereka sehingga dia bisa duduk. 

    Permintaan itu rupanya memantik kemarahan. Para penumpang perempuan yang dimintai tolong itu malah melecehkan Markand hingga mengarah pada pertengkaran besar dan kemudian lebih dari selusin orang mulai mengerumuni Markand, menendang dan meninjunya. Padahal Jyoti sudah memohon agar perkelahian itu dihentikan, namun orang-orang itu masih memukuli suamiya selama hampir satu jam hingga kereta tiba di pemberhentian berikutnya, yakni di kota Daund.   

    Di statsiun kereta Daund itu, kepolisian perkeretaapian segera melarikan Markand ke sebuah rumah sakit. Namun dia tak tertolong akibat luka-luka yang dialaminya. 

    Perjalanan keluarga Markand naik kereta pada hari itu untuk mengunjungi sebuah acara pemakaman seorang sanak saudara di distrik Solapur, India. Kepolisian mengatakan setidaknya enam perempuan dan tiga laki-laki sudah diminta keterangan sebelum akhirnya ditahan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.