Manajer Curi 10.000 Ayam dari Perusahaan

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi peternakan ayam. Sumber: The Straits Times

    Ilustrasi peternakan ayam. Sumber: The Straits Times

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang manajer berusia 33 tahun asal Malaysia dipenjara karena mencuri 10.000 daging ayam beku dan segar, termasuk lima kardus sayap ayam, dari perusahaan Singapura.

    Total nilai pencurian tersebut sekitar S$ 30.000 lebih atau Rp 295 juta.

    Au Yong Seh Enn, seorang warga negara Malaysia, pada Kamis mengaku bersalah atas satu tuduhan pencurian, menurut laporan South China Morning Post, 14 Februari 2020.

    Dia telah bekerja sejak Desember 2013 untuk Hy-Fresh Industries di Singapura, yang mendistribusikan ayam segar dan beku berdasarkan pesanan yang dilakukan oleh pelanggan.

    Perusahaan mengetahui pencurian setelah dua karyawan Hy-Fresh lainnya melihat selisih besar dalam angka stok untuk bulan September, Oktober dan November tahun lalu.

    Dilaporkan kepada direktur perusahaan Ng Lay Hong, 60 tahun, yang kemudian membuat laporan polisi pada 7 Januari tahun ini setelah Au Yong mengaku telah mencuri ayam dan menjualnya ke pihak ketiga tanpa persetujuan bosnya.

    Polisi menangkap Au Yong pada hari yang sama.

    Investigasi mengungkapkan bahwa karyawan, yang tugasnya membeli, menjual, dan mengirimkan ayam kepada pelanggan, telah menjual ayam curian dengan total sekitar S$ 50.000 hingga S$ 60.000 (Rp 492-590 juta).

    Wakil Jaksa Penuntut Umum Rimplejit Kaur mengatakan bahwa ia menggunakan penghasilan itu untuk melunasi utang judi dan membayar kembali pinjaman yang ia peroleh dari pemberi pinjaman tanpa izin.

    Ayam-ayam yang dicuri tidak dapat ditemukan dan Au Yong juga tidak dapat melakukan ganti rugi, tambahnya.

    Harga setiap ayam segar atau beku adalah S$ 2,86 (Rp 28 ribu).

    Au Yong menjualnya dengan karton berisi 10 potong ayam kepada pihak ketiga tiga kali seminggu antara 1 September dan 18 November tahun lalu.

    Pada bulan September, 2.337 ekor ayam hilang.

    Perusahaan kemudian menemukan bahwa seharusnya ada 2.501 ekor ayam berdasarkan pesanan yang dilakukan oleh pelanggan, tetapi hanya ada 164 ekor ayam dalam persediaan.

    Selisih ini menyebabkan kerugian sekitar S$ 6.680 (Rp 65,7 juta).

    Bulan berikutnya, ada lagi kekurangan 4.268 ayam dan sejumlah S$ 12.200 (Rp 120 juta) hilang.

    Selama 18 hari pertama bulan November, ada kekurangan 3.971 ayam dan lima kardus sayap ayam, yang secara kolektif sekitar S$ 224,70 hilang (Rp 2,2 juta).

    Sebelum bulan itu naik, total kerugian Hy-Fresh telah mencapai S$ 11.600 (Rp 114 juta).

    Akibat pencurian ayam ini, Au Yong terancam dipenjara hingga tujuh tahun dan didenda.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.