Penyebaran Virus Corona, Game di Cina Digandrungi

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para gamer memainkan Nintendo Switch Lite untuk permainan multiplayer. Nintendo Co Ltd bakal mengubah markas pertama mereka di Kyoto menjadi sebuah hotel butik. Foto: Nintendo

    Para gamer memainkan Nintendo Switch Lite untuk permainan multiplayer. Nintendo Co Ltd bakal mengubah markas pertama mereka di Kyoto menjadi sebuah hotel butik. Foto: Nintendo

    TEMPO.CO, Jakarta - Pasar game di Cina naik daun menyusul semakin banyak orang yang tinggal di dalam rumah untuk melindungi diri mereka dari virus corona, yang menyebar pesat. Biasanya para penyuka game di Cina akan punya lebih banyak waktu bermain game saat liburan, seperti Imlek yang jatuh pada Januari atau Februari setiap tahun. Akan tetapi pada tahun ini, libur tahun baru Cina diperpanjang karena penyebaran virus corona.  

    Dikutip dari edition.cnn.com, libur yang diberlakukan Pemerintah Cina saat ini sudah hampir tiga pekan dan masih berlangsung dibanyak tempat. Kondisi ini membuat jutaan orang punya banyak waktu untuk dihabiskan. Masyarakat yang tidak bisa bertatap muka secara langsung, maka banyak yang bertemu di dunia maya. 

    “Selama tahun baru Cina, kami biasanya di rumah dan selama horor penyebaran virus corona ini, kami jadi selalu berada di rumah,” kata Zhanchao Yang, 24 tahun dari Dongguan, Guangdong, Cina.       

    Seorang pria yang mengenakan masker berjalan di Ditan Park, Beijing, Cina, 24 Januari 2020. Pemerintah Cina memutuskan membatalkan sejumlah perayaan tahun baru Imlek di beberapa tempat untuk mencegah penyebaran virus Corona. REUTERS/Carlos Garcia Rawlins

    Yang bekerja di konstruksi bangunan dan dalam beberapa pekan terakhir dia menjadi lebih sering bermain video game. Saat Imlek, dia mudik ke kampung halamannya di Kaifeng, Provinsi Henan, Cina. Ketika kembali ke Dongguan, Guangdong, dia telah diminta untuk menjalani masa karantina di rumah selama 14 hari sebelum akhirnya diizinkan kembali bekerja pada 17 Februari 2020. Masyarakat Guangdong yang tidak mudik ke kota atau provinsi lain diizinkan untuk kembali bekerja pada 9 Februari lalu.

    “Libur kali ini sangat panjang,” kata Yang. 

    Selama masa karantina, Yang diperbolehkan bekerja dari rumah. Yang juga menceritakan selama perjalanan mudik dia bermain video game Bersama sanak saudara dan teman-teman.    

    “Pada sore hari, saya punya waktu lowong dan pada malam hari, saya akan bermain game ‘Peacekeeper Elite’ bersama teman,” kata Yang.   

    Niko Partners, sebuah perusahaan yang fokus di industri game di Asia, menjelaskan permainan ‘Honor of Kings’ banyak digandrungi terhitung sejak 30 Januari 2020. Permainan ini bisa dimainkan di ponsel. 

    “Kami mendapat dampak kenaikan dari penyebaran virus corona, dimana situasi ini membuat lebih banyak para penyuka game tinggal di rumah ketimbang melancong atau bersosialisasi ke luar rumah. Mereka jadi punya banyak waktu bermain game,” tulis Niko Partners. 

    Dalam keterangannya, Niko Partners menjelaskan jumlah pengguna yang mengunggah game naik dalam beberapa pekan terakhir menyusul libur Imlek yang diperpanjang dan larangan melancong lintas kota. 

    Menurut perusahaan peneliti pasar, Sensor Tower, Apple’s app store di Cina mengalami kenaikan untuk total game yang diunduh, yakni 27,5 persen dan revenue naik sampai 12,1 persen. Permainan ‘Honor of Kings’ saat digandrungi yang menarik hingga 63 juta penonton, dibanding ‘PUBG’ yang pada 2019 saat musim libur mencatat angka 31,7 juta penonton.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Misteri Paparan Radiasi Cesium 137 di Serpong

    Bapeten melakukan investigasi untuk mengetahui asal muasal Cesium 137 yang ditemukan di Serpong. Ini berbagai fakta soal bahan dengan radioaktif itu.