Senat Amerika Cegah Trump Picu Perang dan Iran

Presiden AS Donald Trump menyampaikan komentar setelah serangan udara Militer AS terhadap Jenderal Iran Qassem Soleimani di Baghdad, Irak, di Pantai Palm Barat, Florida, AS, 3 Januari 2020. Presiden Donald Trump mengatakan pada hari Jumat ia memerintahkan pembunuhan Qassem Soleimani untuk mencegah perang, bukan memulai perang, mengatakan komandan militer Iran sedang merencanakan serangan terhadap Amerika. [REUTERS / Tom Brenner]

TEMPO.CO, Jakarta - Senat mendukung legislasi yang membatasi langkah Presiden Amerika Donald Trump untuk memicu perang dengan Iran. Keputusan itu diambil menyusul pembunuhan Jenderal Qasem Soleimani oleh militer Amerika di Baghdad beberapa waktu lalu.

"Delapan senator Republikan mendukung Demokrat untuk menggolkan resolusi perang dengan perolehan suara 55-45," sebagaimana dikutip dari kantor berita Reuters, Jumat, 14 Februari 2020.

Dengan disetujuinya legislasi resolusi perang ini, Trump harus segera menarik pasukannya dari Iran sebelum terjadi perang. Adapun Trump baru boleh mengirimkan pasukannya lagi apabila Konggres Amerika (Parlemen dan Senat) merasa langkah militer (perang) memang diperlukan.

Menanggapi keputusan Senat Amerika, Trump menginginkan adanya veto. Walau begitu, berbagai pihak sangsi akan ada yang mendukungnya kali ini pasca drama sidang pemakzulan beberapa hari lalu.

Senator Republikan yang mendukung Trump, Jim Risch, menganggap keputusan Senat Amerika bisa membuat ketegasan pemerintah dipertanyakan ke depannya. Menurut ia, seharusnya Senat Amerika malah mendukung langkah Trump di Iran.

"Yang seharusnya kita lakukan adalah menunjukkan ketegasan, bukannya sikap lemah," ujar Risch.

Senator Demokrat Tim Kaine berbeda pandangan dengan Risch dan Trump. Ia berkata, disetujuinya legislasi resolusi perang malah menunjukkan setiap langkah militer bisa dipertanggungjawabkan nantinya. Ia tidak ingin kekuatan militer Amerika disalahgunakan untuk perang yang tidak perlu.

"Keputusan ini adalah indikasi bahwa kami mendengarkan konstituen dan dan memberi tahu Trump bahwa memicu perang adalah langkah buruk," ujar Kaine.

Kaine menambahkan bahwa legislasi resolusi perang juga merupakan kemenangan Konggres Amerika untuk memperoleh kembali kontrol atas keputusan untuk berperang. Beberapa periode terakhir, kontrol itu jatuh di tangan Presiden Amerika.

ISTMAN MP | REUTERS







Pengadilan Belgia Tangguhkan Pertukaran Tahanan dengan Iran

16 jam lalu

Pengadilan Belgia Tangguhkan Pertukaran Tahanan dengan Iran

Pengadilan konstitusional Belgia pada Kamis menangguhkan perjanjian pertukaran tahanan dengan Iran.


Eropa Mengutuk Eksekusi Mati Demonstran Iran Terkait Mahsa Amini

19 jam lalu

Eropa Mengutuk Eksekusi Mati Demonstran Iran Terkait Mahsa Amini

Sejumlah negara Eropa seperti Inggris, Prancis dan Jerman pada Kamis mengutuk keras eksekusi mati pertama Iran terkait protes kematian Mahsa Amini


Iran untuk Pertama Kali Eksekusi Mati Demonstran Mahsa Amini

20 jam lalu

Iran untuk Pertama Kali Eksekusi Mati Demonstran Mahsa Amini

Demonstran Iran yang dihukum gantung dalam aksi protes Mahsa Amini di Iran diidentifikasi sebagai Mohsen Shekari.


Saudara Perempuan Ayatollah Ali Khamenei Kecam Pemimpin Iran

1 hari lalu

Saudara Perempuan Ayatollah Ali Khamenei Kecam Pemimpin Iran

Saudara perempuan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengutuk tindakan kerasnya terhadap protes nasional.


Perusahaan Donald Trump Terbukti Gelapkan Pajak, Didenda Rp24 M

2 hari lalu

Perusahaan Donald Trump Terbukti Gelapkan Pajak, Didenda Rp24 M

Perusahaan real estat milik Donald Trump divonis bersalah karena melakukan skema kriminal selama 15 tahun untuk menipu otoritas pajak.


Samuel Eto'o Terlibat Pertengkaran di Piala Dunia 2022

3 hari lalu

Samuel Eto'o Terlibat Pertengkaran di Piala Dunia 2022

Mantan striker Kamerun Samuel Eto'o bentrok dengan seorang pria yang memegang kamera video.


Iran Hukum Mati Lebih dari 500 Orang Pada 2022

3 hari lalu

Iran Hukum Mati Lebih dari 500 Orang Pada 2022

Jumlah orang yang telah dihukum mati di Iran naik pada tahun ini.


Mogok Nasional, Toko-toko di Iran Tutup

3 hari lalu

Mogok Nasional, Toko-toko di Iran Tutup

Demonstran di Iran menyerukan agar dilakukan mogok nasional. Walhasil toko-toko di sejumlah kota ikut tutup.


Pembantaian Pisang, Ribuan Buruh Dibunuh Karena Disebut Komunis

3 hari lalu

Pembantaian Pisang, Ribuan Buruh Dibunuh Karena Disebut Komunis

Ribuan orang dibantai secara massal di Kolombia pada 5-6 Desember 1928. Peristiwa ini disebut Pembantaian Pisang.


Protes Perempuan Wajib Pakai Jilbab di Iran Dimulai Sejak Revolusi 1979

4 hari lalu

Protes Perempuan Wajib Pakai Jilbab di Iran Dimulai Sejak Revolusi 1979

Semangat progresif untuk kebebasan dengan menentang kewajiban berjilbab di Iran, secara historis dianggap sudah dimulai pada 1979, masa awal revolusi yang membawa Iran menjadi Republik Islam.