Jepang Konfirmasi Kematian Pertama Virus Corona

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang penumpang melambaikan tangan sembari menggantungkan bendera Jepang bertuliskan

    Seorang penumpang melambaikan tangan sembari menggantungkan bendera Jepang bertuliskan "kekurangan obat" di kapal pesiar Diamond Princess yang berlabuh di Daikoku Pier Cruise Terminal, Yokohama, Jepang, 7 Februari 2020. Kementerian Kesehatan Jepang mengonfirmasi 41 penumpang kapal pesiar itu positif mengidap virus Corona. REUTERS/Kim Kyung-Hoon

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Kesehatan Jepang mengkonfirmasi kematian pertama virus Corona COVID-19 di Jepang pada Kamis.

    NHK pada Kamis, 13 Februari 2020, melaporkan seorang perempuan berusia 80-an meninggal karena virus Corona di Prefektur Kanagawa, dekat Tokyo.

    Menteri Kesehatan Jepang Katsunobu Kato mengatakan perempuan tersebut dipastikan terinfeksi virus Corona setelah kematian, dikutip dari Japan Times.

    Sebelum meninggal, korban yang tinggal di Prefektur Kanagawa, mengunjungi rumah sakit pada 22 Januari karena menderita kelelahan sangat, menurut NHK.

    Kondisi kesehatannya telah dipantau sampai ia didiagnosis menderita pneumonia dan dirawat di rumah sakit pada 1 Februari.

    Pria yang mengenakan alat pelindung terlihat di dekat kapal pesiar Diamond Princess, di mana terdapat puluhan orang dinyatakan positif mengidap Virus Corona di Yokohama, selatan Tokyo, Jepang, 7 Februari 2020. REUTERS/Kim Kyung-Hoon

    Kondisi pernapasannya memburuk pada 6 Februari dan ia dipindahkan ke rumah sakit lain. Pada Rabu, kondisi pernafasannya menjadi lebih buruk dan dia menjalani tes untuk virus Corona.

    Hasil tes yang keluar pada Kamis menunjukkan positif virus Corona, sehari sebelum dia meninggal. Korban tidak punya catatan perjalanan ke luar negeri.

    Ini adalah kasus infeksi pertama yang dikonfirmasi di Jepang yang mengakibatkan kematian.

    Berita kematian ini muncul tak lama setelah seorang pengemudi taksi di Tokyo telah dites positif terkena virus Corona, lapor stasiun televisi Jepang NHK, dikutip dari CNN.

    Menurut NHK, pengemudi taksi mengatakan bahwa dia telah mengendarai satu pelanggan yang tampaknya adalah orang Cina. Kementerian Kesehatan Jepang saat ini sedang menyelidiki bagaimana pengemudi taksi itu terinfeksi.

    Hingga Kamis Jepang memiliki total 248 kasus yang dikonfirmasi dari virus Corona, termasuk 219 kasus dari kapal pesiar Princess Diamond.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.